Labels

Sunday, July 5, 2020

Padmavaat: Kisah kesetiaan seorang ratu terhadap suaminya


Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang film padmavaat atau juga padmavati. Film dari India yang mengisahkan tindakan bunuh diri ratu padmawati daripada menjadi istri raja muslim. Film ini disutradari oleh Sanjay Lela Bhansali (SLB) di bintangi oleh Depika Padukone sebagai padmawati, Shahid Kapoor sebagai Maharawal Ratan Singh dan Ranveer Singh sebagai Alaudin Khiljji.

Film dibuka dengan kedatangan Maharawal Ratan Singh (MRS) ke Singhala untuk mendapatkan mutiara bagi istri pertamanya , Nagmati. Tak disangka dia bertemu dengan Putri singhala dan jatuh cinta terus menikah dan diboyong ke banteng Chittor sebagai ratu.


Di saat yang bersamaan, Alauidi Khilji sedang meluaskan wilayahnya. Sosok Raja yang kejam (tega membunuh siapapun, termasuk ayah mertuanya sendiri) demi kekuasaan . Atas hasutan Raghav Chetan, pendeta kerajaan Mewar yang terusir karena mengintip kemesraan Padmawati dan Ratan Singh, maka Alaudin menyerang Mewar. Raghav menceritakan kecantikan dari Padmawati dan jika mendapatkan padmawati maka akan bisa menguasai dunia membuat Alaudin menjadi sangat tertarik.

Dengan tipu daya, Rathan singh akhirnya ditangkap oleh Alaudin dan dibawa ke istananya. Namun dengan upaya cerdas dari Padmawati (ditambah bantuan dari Mehrunisa, istri Alauidn) akhirnya rathan singh bisa di bebaskan . pada akhirnya kala berperang satu lawan satu, Alaudin yang sudah hampi kalah dari Rathan, menjadi berbalik karena pasukan dari alaudin menyerang Rathan menggunakan anak panah.

Padmawati yang mendengar kematian suaminya menyadari bahwa Benteng chittor akan segera dikuasai maka melakukan upacara Jauhar (membakar diri) bersama para wanita Chittor agar mereka tidak ditangkap oleh pasukan muslim.

Film ini menjadi menarik untuk ditonton karena ada banyak kotroversi di dalamnya dan mendapatkan  kritikan baik dari pihak hindu maupun muslim di India. Pihak Hindu menganggap bahwa film ini melenceng dari Sejarah. Sementara pihak muslim keberatan karena menggambarkan kebengisan Alaudin sebagai maharaja muslim yang sangat kejam. Akhirnya judul film ini diganti dari padmavati menjadi padmadvaat sesuai dengan puisi aslinya yang ditulis oleh Muhammad Jayasi pada abad 16. Sementara kisah dari padmavati ini sendiri bersetting abad 13 M.

Dari beberapa sumber, kisah Padmavaat ini antara fiksi dan tidak,Keruntuhan banteng Chittor oleh kesultanan Delhi pada abad 13 memang benar adanya. Tapi sosok Padmavati ini diragukan nyata. Film ini sebenarnya harusnya tayang pada tahun 2017 tapi karena mengalami protes sana sini maka baru bisa tayang di tahun 2018.

Aku suka film film SLB  , film filmnya selalu menggambarkan sesuatu dengan sangat mewah. Aku masih ingat fim hum dil de chuke sanam, devdas, maupun ram leela yangsangat mewah banget, mulai dari istananya hingga kostum yang digunakan.

Dan film ini karena bersetting kisah sejarah itu juga menguatkan saya untuk menonton film ini (walau tidak murni sejarah sih). Tapi ada hal yang sangat mengganggu logika saya, bagaimana Alaudin bisa bergitu terobsesi dengan seorang wanita hanya gara gara omongan raghav chetan (dan tokoh pendeta ini akhirnya dibunuh sendiri oleh Alaudin sebagai syarat kalau Padmavati mau datang ke istana Alaudin). Sesuatu yang sangat nonsense banget menurut saya. Apakah logikanya hilang begitu saja? Apalagi ini sosok maharaja yang bisa mendapatkan wanita sangat mudah (ada adegan dimana kala dia berhasil menguasai satu wilayah kemudian sang putri kerajaan diperkosanya).

Terus saya geregetan juga adegan dengan sosok Rathan singh yang sangat idealis. Dia memiliki kesempatan untuk membunuh Alaudin tapi tidak mau membunuh hanya karena Alaudin saat itu sedang terluka di singgasananya (setelah sebelumnya ada upaya pembunuhan oleh suruhan keluarga raja seblumnya). Seorang satria pantang melakukan hal itu. Hmmmm greget banget dan akhirnya harus dibayar mahal di kemudian hari saat dia dan seluruhisi banteng Chittor terbunuh hanya gara gara sikap idealisnya itu (menurutku sih)

Adegan Saat Alaudi berlari mengejar waktu untuk bisa mendapatkan Padmawati juga bagus, karena di sisi lain Padmawati sudah bersiap siap melakukan Jauhar yang diikuti oleh semua wanita Chittor. Keinginan untuk bisa mendapatkan Padmawati pupus sudah, bahkan sekedar untuk melihat wajahnya saja tidak bisa. Yah, Alaudin hanya mendengarkan kecantikan Padmawati dari mulut Raghav , tapi tidak pernah bisa melihat langsung. Kala dia mencoba trik bisa melihat wajah padmawati kala berkunjung ke Chittor juga mendapatkan halangan dari Rathan Singh. Suatu hal yang terlihat semu menurutku.

Ranveer Singh sangat bagus dalam memainkan sosok Alaudin ini. Sosok yang sadis, menghalalkan segala cara dan sangat ambisius. Strukturmukanya bagus sih sebagai sosok raja yang keras. Sebaliknya Shahid Kapoor bisa memainkan sosok raja yang lembut.
Dendam bisa membuat seseorang melakukan apa saja, itu yang saya pelajari dari Raghav. Dari seorang pendeta kerajaan, hanya karna sebuah kesalahan kecil (menurutnya) membuat dia terusir dari Istana dan membuat dendam membara untuk menghancurkan Mewar bagaimanapun caranya. Kesempatan terbuka dengan mempengaruhi Alaudin yang ambisius. Tapi mungkin dimana mana sama ya, suatu kisah dendam tidak pernah berakhir baik. Memang Mewar hancur, tapi Raghav sendiri harus tewas terbunuh dan kepalanya dikirimkan ke Padmawati sebagai tanda bahwa syaratnya sudah terpenuhi. Raghav berpikir bahwa posisinya akan aman di area Alaudin, padahal sejak awal menurutku dengan tipe raja yang selalu menghalalkan segala cara, hanya tunggu waktu saja bagi siapapun yang tidak berguna baginya untuk disingkirkan.

Tradisi jauhar sendiri kalau baca baca memang hal yang biasa terjadi pada masa dulu, terutama pada amasa perang antara kerajaan Hindu dan Islam. Sebagai upaya agar para wanita tidak diperkosa atau untuk menjaga kehormatan, mereka lebih baik bunuh diri setelah suaminya mati daripada ditangkap oleh pasukan musuh. Menurutku tradisi ini terus berjalan dengan variasi yang berbeda . bukankah di Indonesia jaman hindu buddha juga muncul pola ini kalau suaminya meninggal maka istrinya juga akan ikut dibakar/bunuh diri. Yah walau karena tindakan ini maka Padmawati dihormati kaum Rajput sebagai wanita yang menjaga kehormatannya sih.

Terlepas dari pro dan kontranya, maka film ini cukup enak ditonton. Walau durasi sangat panjang tapi dijamin tidak akan bosan. Akhir kata selamat menyaksikan.


No comments:

Post a Comment