Labels

Sunday, July 12, 2020

Neerja: keberanian seorang pramugrari pesawat yang dibajak


“Bukan seberapa lamanya kita hidup, tapi seberapa berartinya hidup”. Sebuah prinsip hidup dari Neerja yang akhirnya memang benar benar menjadi kenyataan untuk dirinya. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas film yang berdasarkan kisah nyata seorang pramugrari bernama Neerja Bhanot.
5 september 1986 adalah saat dimana dia akan menjadi pramugrari senior di penerbangan Pan An 73. Pesawat ini membawa 379 penumpang dan krew dengan tujuan penerbangan dari Mumbai ke New York dengan transit terlebih dahulu ke Karachi , Pakistan. Pada saat transit di Karachi, terjadi pembajakan oleh kelompok Abu Nidal yang ingin Pesawat di terbangkan ke Siprus untuk membebaskan teman-temannya.


Neerja yang melihat aksi pembajakan sudah memperingatkan terlebih dahulu ke ruang pilot bahwa terjadi pembajakan sehingga kru pilot berhaasil melarikan diri. Alhasil, pesawat tidak dapat berangkat ke Siprus. Bagian inilah yang menjadi titik seru.

Para pembajak yang frustasi dengan pihak Pakistan karena terus mengulur ngulur waktu mengirimkan pilot akhirnya membunuh satu penumpang agar pihak Pakistan segera memenuhi tuntutannya. Saat tidak segera dipenuhi, maka para teroris ini menyuruh oleh para pramugrasi mengumpulkan seluruh paspor para penumpang dan mengumpulkan paspor khusus dari Amerika Serikat.

Neerja yang menyadari bahwa penumpang dari paspor Amerika Serikat akan menjadi korban berikutnya menyuruh para pramugari lain untuk membuang paspor Amerika sehingga para teroris tidak bisa menemukan paspor Amerika.

Film ini selama di dalam pesawat selalu memunculkan kisah balik dari kehidupan Neerja sendiri yang ternyata sebelumnya adalah seorang wanita yang perah menikah dengan kehidupan pernikahan yang tidak bahagia sehingga memutuskan untuk bercerai. Kehidupan pernikahan dengan kekerasan secara psikologi dan hanya diketahui oleh ayahnya saja.

Bagian awal saat Neerja diantar pagi pagi buta ke bandara oleh Naresh dan ayahnya mengatakan bahwa mereka telah membuat kesalahan dengan mengatakan Naresh adalah laki-laki yang cocok dengan . Aku tidak paham maksudnya gimana, baru sesudah ada kisah flash back di pesawat, aku paham bahwa sebelumnya Neerja menikah karena proses perjodohan. Pernikahan dengan laki-laki yang selalu merendahkannya, bahkan selalu mengancamnya apabila ayahnya terus menerus menghubunginya. Bagaimana marahnya suaminya melihat istrinya saat menjadi seorang model. Hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang wanita baik-baik (hmmmm kolot banget ya suaminya waktu itu).

Adegan saat Neerja dan para pramugrari menyembunyikan paspor amerika benar benar cukup bikin deg-degan. Dia benar-benar bertaruh nyawa karena kalau sampai ketahuan kalau mereka menyembunyikan paspor Amerika, maka nyawa menjadi taruhannya.

Bagaimana akhir dari nasib Neerja. Saya sarankan kalian tidak mencari dulu kisah hidup neerja. Cukup dinikmati saja filmnya , apalagi kita sebagai penonton umumnya selalu ingin menjadi happy ending, bisa jadi kita akan menganggap akhir film ini adalah sad ending. Dari 379 penumpang, ada 359 penumpang yang berhasil di selamatkan.

Film ini karena benar benar berdasar kisah nyata, maka tidak banyak perubahan alur menurut saya. Sosok Neerja diperankan dengan baik oleh Sonam Khapoor. Wajahnya juga mirip banget sih hehehe. Tokoh yang menonjol di film ini hanya dua orang menurut saya, yaitu Neerja dan sosok teroris Kalil yang diperanka oleh Jim Sarbh. Melihat tokoh ini kita akan benar benar dibuat geregetan dan mungkin jika yang menjadi penonton adalah baperan (seperti yang terjadi di Indonesia hehehe) bisa jadi akan membenci tokohnya. Bisa jadi mereka akan membenci tokoh ini di dunia nyata. Film ini disutradari oleh Ram Madvani dan dirilis di tahun 2016. Para pemain lain misalnya shabana azmi dan juga Yogendra Tiku sebagai orangtua Neerja.

Secara umum saya melihat film ini memiliki pesan moral yang bisa dipelajari. Kita belajar untuk terus menatap ke dapat dan selalu bersikap positif. Neerja yang hancur dengan perkawinan yang tidak bahagia akhirnya melanjutkan karir sebagai model dan juga menjadi pramugari setelah selama pernikahannya dia hanya menjadi wanita di rumah saja.

Begitu juga kita diajar untuk tidak egois. Seperti prinsip hidup Neerja, bukan seberapa lama seseorang hidup, tapi seberapa berartinya hidup itu. Saat pintu darurat terbuka, dia adalah orang pertama yang bisa langsung melarikan diri dari pesawat. Tapi yang ada malah dia berfokus membantu para penumpang agar segera melarikan diri dari pesawat ditengah para pembajak yang frustasi menembaki para penumpang. Di adegan ini saya kadang berpikir betapa bodohnya dia tidak segera turun ke bawah pesawat tapi malah focus dengan para penumpang. Hal yang berkaitan dengan hidup dan mati soalnya.

Perilaku yang cepat memahami apa yang terjadi juga menjadi pelajaran berharga disini. Saat pertama ada pembajak masuk, dengan segera dia langsung memberitahu kru pilot ada pembajakan agar mereka segera melarikan diri. Begitu juga saat para teroris memerintahkan pramugrari mengumpulkan paspor karena akan membunuh sandera yang berpaspor AS , dia langsung memahami bahwa para penumpag dengan paspor Amerika berada dalam bahaya sehingga langsung mengambil keputusan cepat untuk menyembunyikan paspor mereka.

Kisah romantic juga dimunculkan sekilas disini, setelah kegagalan dengan pernikahan yang pertama, Naresh memberikan sebuah surat yang boleh dibuka di hari ulang tahunnya (hari ulangtahunnya yang ke 23 adalah 7 September saat dia tidak berada di India). Terlihat di Mobil dan di pesawat bagaimana Neerja seolah mulai mempertimbangkan sosok Naresh setelah dorongan dari teman temannya untuk melupakan kegagalan pernikahan di masa lalunya. Dan di pesawat akhirnya Neerja membuka surat dari Naresh berisi ajakan menikah.

Akhir kata, selamat menyaksikan film ini. Film-film yang saya review selalu berasar kisah nyata dan akan relevan walau akan ditonton di tahun yang berbeda. Anda tidak akan rugi menonton film ini, apalagi tidak ada tarian dan nyanyian disini, eh da sih tapi lebih tepatnya lagu soundtrack bukan para pemain yang bernyanyi nyanyi gitu.



No comments:

Post a Comment