Labels

Wednesday, January 27, 2021

Hindi Medium : segala cara dilakukan orangtua demi pendidikan anaknya



Apa yang akan kamu lakukan untuk bisa mendapatkan sekolah terbaik bagi anakmu?

Itulah tema sentral yang ada di film India ini. Film berjudul Hindi Medium ini tayang pada tahun 2017. Film yang dibintang oleh Irffan dan Shaba Qumar  berperan sebagai Raj dan Mita. Sementara itu film ini disutradari oleh Shaket Chaudhary.

Raj dan Meeta merupakan sepasang suami dari keluarga yang cukup kaya di Candni Chowk. Mita ingin menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang berkualitas sehingga dia mendatangi 5 sekolah swasta teratas versi majalan ONLOOK (majalah yang sangat kredibel tentunya) di New Delhi untuk anaknya, Pia Batra. Sekolah-sekolah itu antara lain Prakriti School, Suraj Valley High School, Crossroad School, serta yang terbaik adalah Delhi Grammar School (DGS) , sekolah yang menjadi incaran dari Mita.

Untuk masuk ke sekolah bagus ini, mereka harus pindah ke perumahan elit india karena ada aturan bahwa yang boleh mendaftar adalah siswa dengan jarak kurang dari 3Km, dan mulai bergaul dengan komunitas orang kaya yang sebelumnya tidak pernah Raj lakukan. Sementara itu baik Pia maupun orangtuanya mengikuti semacam kursus dan konselor agar bisa masuk ke DGS.

Tapi kenyataan tidak sesuai harapan, Pia tidak berhasil diterima sekolah swasta elit yang ada, sementara Chotu, pegawai Raj, justru bisa menembus Parkitri School, sekolah elit di New Delhi melalui jalur siswa tidak mampu.

Di New Delhi ternyata ada aturan bahwa sekolah sekolah swasta ini harus menyediakan 25% kuota mereka untuk siswa tidak mampu. AKhirnya Raj melakukan tindakan curang dengan mendaftar siswa tidak mampu dan untuk lolos dari wawancara , mereka akhirnya untuk sementara pindah di perkampungan miskin agar sandiwara mereka berhasil. Bagaimana hasilnya? Silahkan lihat sendiri.

Ada banyak hal yang aku soroti dari film ini, mulai dari pergaulan yang harus sama, orang kaya  ini harus pindah ke Vasant Vihar atas desakan Mita agar bisa mendaftar di Delhi grammar School. Bagaimana Raj harus berusaha sekuat tenaga mengubah prilakunya agar bisa diterima dalam komunitas elit itu. Raj berasal dari keluarga yang cukup kaya tapi sebelumnya tinggal di pemukiman biasa, sementara Mita merupakan gadis berpendidikan, sehingga pergaulan dengan orang orang elit ini bukan sesuatu yang sulit baginya.

Begitu juga ambisi orang tua yang begitu besar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik, tidak hanya menjangkiti Mita, tapi semua orang. Imej di New Delhi adalah bahwa sekolah negeri itu memiliki kualitas yang sangat buruk dengan gedung dan prasarana yang sangat tidak memadai.

Mita adalah cerminan kita semua, orang tua yang berambisi tinggi untuk menempatkan anaknya di sekolah yang terbaik untuk perkembangan anak-anaknya. Betapa sandiwara bisa dilakukan dengan baik. Apalagi perasaan kalah dan iri langsung muncul kala pegawainya yang tidak mampu justru bisa masuk di sekolah elit di New Delhi, Prakriti School.

Cara cara orang kaya untuk bisa masuk ke sekolah swasta terbaik dengan pura pura miskin adalah insting manusia dengan berusaha segala cara. Saat skandal itu terkuak dengan banyaknya orang kaya yang menyalahgunakan kuota untuk orang miskin, maka DGS mengirimkan Tuan Khumar, guru yang membongkar kasus itu secara diam diam ke pers, untuk melakukan wawancara semua keluarga yang mendaftar melalui jalur orang miskin.

Saat mereka tinggal di perkampungan miskin Bharat Nagar, terlihat bagaimana perbedaan yang besar pergaulan antara orang kaya dan orang miskin. Saat mereka datang ke kampung kumuh itu, mereka menolak bantuan dan makanan dari tetangga mreka. Suatu hal yang disebabkan karena pergaulan mereka yang berasal dari keluarga kaya. Perumahan kaya identic dengan individualisme bukan? Apalagi saat Pia diberikan Ladoo (sejenis kue di India) dengan segera langsung ditolak oleh Mita karena dianggap kotor. Hal yang dianggap sebagai suatu kesombongan.dari para tetangganya, sementara Mita dari keluarga berada memang sangat perhatian sekali dengan kebersihan makanan ini.

Tinggal di permukiman kumuh ini mengajarkan banyak hal bagi Raj dan Mita, hal yang tidak mereka temui di permukiman elit. Bagaimana para tetangganya saling membantu dan berbagi saat dibutuhkan. Bahkan momen yang paling bikin membuat sedih adalah syamprakash mnabrakkan dirinya ke mobil agar mendapatkan ganti rugi dan uang uangnya untuk membantu biaya masuk Pia ke DGS. Hal yang menurut Prakash adalah hal yang lumrah di perkampungan miskin seperti itu. Atau saat Tulsi memberikan beras kepada Mita agar mereka tidak kelaparan (tanpa mengetahui bahwa mita bisa dengan mudah membeli makanan).

Mungkin di Indonesia masih mending, karena kualitas sekolah negeri justru harus selalu yang terbaik, walau harus diakui orang –orang kaya cenderung masuk ke sekolah sekolah swasta yang berkualitas walau dengan biaya yang mahal.

Sekolah sekolah kaya untuk orang-orang kaya, sehingga Raj begitu terkejut saat dia mengaku pada kepala sekolah DGS bahwa dia melakukan penipuan. Kepala sekolah tidak mencabut hak putrinya sebagai murid, tapi memindahkan anaknya ke jalur miskin. Sang kepsek akhirnya menjelaskan fakta yang sebenarnya (dan harus kita pahami) sang kepsek berasal dari keluarga miskin, tapi untuk dianggap dalam kelompok elit ini, dia dahulu rela mengerjakan tugas tugas temannya yang orang kaya, dan kalaupun dia diundang acara teman-temannya, dia akan sendirian tidak dianggap sama sekali. Karena itu dia memahami kalau sebenarnya percuma memberikan jatah milik Pia ke anak Prakash. Karena anak-anak miskin akan tersingkir dengan sendirinya. Hal yang membuat Raj terkejut dengan kemunafikan itu karena di televise, sang nyonya Kepsek terlihat sangat mendukung anak-anak miskin untuk bisa sekolah setinggi-tingginya.

Dan ini sangat terhubung dengan saran dari kepala kursus yang melatih Raj dan Mita dengan mengatakan bahwa anak-anak miskin di sekolah kaya, pada umumnya akan tersingkir beberapa tahun kemudian karena memang pergaulan yang sangat berbeda. Aku jadi paham bahwa tidak semua kisah hidup seseorang akan dipamerkan di layar televise. Ada hal-hal yang sudah disaring dan tidak perlu diberitahukan ke public.

Pertentangan batin Raj sangat terlihat bagaimana disisi lain dia ingin mendukung istrinya agar Pia tetap di DGS, tapi disisi lain perasaan bersalahnya kepada Prakash dan Tulsi karena anak mereka tidak bisa masuk ke DGS. Dan seperti banyak orang kaya, untuk mengurangi rasa bersalahnya, mereka membantu berdonasi di suatu sekolah negeri agar menjadi sekolah yang secara fisik bagus dan layak untuk menempuh pendidikan. Bukankah kita juga seperti itu, untuk mengurangi rasa bersalah kita, maka kita beramal yang banyak, dengan pikiran bahwa amal yang banyak bisa membantu mengurangi dosa yang kita lakukan.

Pada akhirnya, kita akan menjadi bertanya pada diri sendiri, apakah untuk menjamin keberhasilan anak kita di kemudian hari, maka anak anak harus menempuh pendidikan di sekolah yang sangat mahal? Apakah sekolah mahal sudah pasti menjadi jaminan masa depan mereka? Apalagi di beberapa scene , Mita selalu histeris kalau anaknya berada dalam sekolah/ pergaulan yang tidak benar maka , anaknya saat dewasa akan stress dan menjadi seorang pecandu narkoba. Maka jawaban pertanyaan ini aku serahkan pada penonton sendiri, apakah mereka harus menempatkan dalam sekolah yang berkualitas bagus untuk jaminan masa depan. Akhir kata, selamat menonton.

No comments:

Post a Comment