Labels

Wednesday, January 13, 2021

Battle of Jangsari: Pertempuran Tentara Pelajar Korea melawan Korea Utara selama Perang Korea

 


Kali ini saya akan membahas film perang yang berdasar kisah nyata perang di Jangsari,Korea Selatan dan tayang di tahun 2019. Film ini disutradarai oleh KwakKyung Taek serta dibintangi oleh Choi Min Ho, Kim Myung Min serta Megan Fox. Kisah film ini sendiri diadaptasi dari kisah nyata The Battle of Jangsari yang terjadi selama dua hari dari tanggal 14-15 September 1950.

Film ini menceritakan 772 tentara pelajar yang rata rata baru berusia 17 tahun dikirim ke Jangsari pada malam hari dengan menggunakan kapal Moonsanho dan baru mendapatkan pelatihan selama 2 minggu saja. Pasukan yang dipimpin oleh Lee Myong Jun ini memiliki misi untuk menguasai Pantai Jangsari yang diduduki oleh Tentara Korea Utara. Tujuan dari misi ini untuk menipu Korea Utara Bahwa mereka akan melancarkan invasi dari sana. Sementara pertempuran yang sebenarnya baru terjadi di Incheon satu hari kemudian.

Mereka memang berhasil menguasai Jangsari, namun Pasukan Korea Utara kemudian menyerbu kembali dengan pasukan yang lebih besar. Selama menguasai Jangsari, mereka dilanda kelaparan hingga kemudian ada pengiriman dari tentara Amerika melalui Helikopter.

Pada saat penjemputan tentara pelajar melalui jalur Laut, posisi kapal yang jauh dari pantai membuat mereka terjepit,sementara itu pasukan Korea Utara sudah mulai mendesak para tentara pelajar di sekitar pantai Jangsari.

Film ini mengetuk hati saya bagaimana tentara pelajar maupun tentara musuh sama sama masih remaja dan dipaksa untuk berperang  Sosok tentara Korut, Sang Ho yang merupakan orang Korsel namun harus memakai seragam Korut karena dipaksa oleh tentara Korut cukup menyedihkan, karena tentara Sang Ho akhirnya  tewas juga di tangan peluru, setelah dia menembakkan ratusan peluru terhadap tentara Korsel

Kisah cinta juga muncul disini , antara Gok Man Deuk dengan Moon Jong Nyu. Jong Nyu merupakan seorang gadis yang terpaksa menggantikan saudara kembarnya,Jong Sik , karena Jong Sik merupakan satu-satunya lelaki generasi ke 7 dalam keluarga mereka, sehingga lebih baik Jong Nyu yang menyamar menjadi laki-laki. Kita bisa melihat sekilas bahwa dalam budaya Korea,  ada keluarga-keluarga yang berupaya mempertahankan keturunannya bila yang tersisa hanya satu lelaki saja.

Malamnya, Pada saat Pasukan dibawah pimpinan Sung Pil mencari makanan di desa terdekat, dia bertemu dengan tentara Korea Utara yang ternyata adalah sepupunya, Jae Pil. Namun baku tembak terjadi sehingga mereka membawa tentara Korut (termasuk Jae Pil) yang masih hidup untuk kemudian dilepaskan saat posisinya sudah jauh dari desa.

Akibat kesalahpahaman yang dilakukan oleh ha Ryun, seluruh tentara Korut yang mereka tawan tewas terbunuh. Sosok ha Ryun ini memang menyebalkan sejak awal, merasa paling hebat, dan iri dengan posisi Sung Pil yang lebih dipercaya oleh Kapten Lee Myong Jun. Namun, saat Ha Ryun meminta maaf pada Sung Pil, maka diketahui bahwa latar belakang keluarganya yang tidak pernah menganggapnya membuat dia ingin dikenang dan dianggap pahlawan oleh keluarganya.

Pada saat kapal menjemput tentara pelajar, ada banyak yang menjadi korban karena kapal yang tidak bisa mendekat  ke Pantai, sementara pasukan Korut terus menyerang. Orang –orang yang awalnya akan dikirim ke kapal utama karena terluka , ternyata juga tidak bisa masuk karena pintu kapal sudah tertutup. Lee Myong Jun menggunakan jarring yang di sisi kapal agar mereka bisa naik.

Paa tentara yang fisiknya masih kuat ada di garis belakang menahan serbuan tentara Korut, termasuk diantaranya Sung Pil dan Ha Ryun.

Perang selalu membawa dampak baik secara fisik maupun psikologis. Orang-orang yang kehilangan kerabatnya, kehilangan orang yang dicintai, itu sangat menyedihkan. Adegan Jong Nyu terlepas dari genggaman tangan Man Deuk saat berusaha naik kapal merupakan sebuah kisah pilu bagaimana dua orang yang mencinta pada akhirnya terpisah.

Akhir kata, selamat menyaksikan.

 

No comments:

Post a Comment