Labels

Wednesday, December 23, 2020

Review film Yesterday : kala dunia tidak mengenal The Beatles

 


Kali ini saya akan membahas film yang menurutku itu gimana ya, unik gitu, yah fantasilah gitu. Film yang berjudul Yesterday yang tayang di tahun 2019 dan disutradarai oleh Dany Boyle. Sutradara ini terkenal sukses dengan filmnya dulu yang berjudul Slumdog millionaire.  Yesterday merupakan judul lagu tenar dari Grup The Beattles. Yup, grup ini yang menjadi inspirasi dibuatnya film ini, eit, filmnya tidak membahas biografi The Beattles malahan tapi justru membayangkan bagaimana kalau dunia tidak mengenal grup The Beatles selain satu orang saja.

Di sebuah kota kecil di Inggris , Lowestoft,  Jack Malik (himesh Patel), Musisi yang berjuang dari bawah , menyanyi di kedai kopi atau di depan 4 anak kecil yang mengabaikan dirinya ,tapi terus berusaha semangat dengan dukungan dari manajernya,Ellie. Untuk menghidupi dirinya, Jack juga bekerja sebagai pelayan di sebuah Supermarket.

Suatu keanehan terjadi saat seluruh dunia mengalami kegelapan semntara waktu dan Jack yang sedang naik sepeda tertabrak oleh sebuah bus. Begitu siuman dan keluar dari rumah sakit, dia mulai kembali memainkan lagu the beattles, dan tidak ada seorangpun temannya yang mengenal lagu itu. Dia mencari di Google juga tidak ditemukan grup band itu. Segera setelah memastikan tidak ada yang mengetahui grup The Beatles, Jack mulai memainkan lagu lagu mereka di kafe kafe di kotanya.

Lagu lagu The Beatles yang enak di dengar dengan  segera membuat dirinya menjadi tenar dan karirnya melesat. Dia mulai masuk studio sungguhan di kotanya, bahkan bekerjasama dengan Ed Sheeran (dia memainkan dirinya sendiri). Dia muncul di konser music Ed Sheeran di Moskow. Kerjasama ini juga membuat dia bekerjasama dengan Manajer Ed Sheran yaitu Debra Hammer dan menandatangani kontrak rekaman skala besar.

Hal yang akhirnya membuat Jack bertanya pada dirinya sendiri, apakah yang dia lakukan benar, dengan membohongi banyak orang bahwa semua lagu-lagu yang dimainkannya bukan karyanya sendiri melainkan karya orang lain yang dia susah dalam menjelaskan harus seperti apa.

Film ini benar benar membuat saya ikut membayangkan gimana ya andainya saya jadi jack, bisa jadi tenar dan memiliki stok lagu yangsangat banyak dan jadi musisi besar. Bukan hanya The beatles yang hilang dari dunia ini , tapi juga rokok, coca-cola dan harry potter ataupun grup band oasis. Nama-nama yang kita semua tidak akan asing mendengarnya di abad ini.

Hubungan cinta antara Jack dan Elie juga dibahas disini. Mereka yang hanya menganggap sebagai sahabat dan partner kerja , mulai mengalami perubahan. Apakah Jack hanya sekedar menganggapnya sebagai teman, atau sebenarnya lebih. Cinta disini terjadi tanpa disadari namun justru dipahami sesudah mengalami perenungan, bahwa apa yang dia anggap sebagai sahabat dalam suka dan duka justru adalah orang yang sangat dibutuhkan untuk berada bersamanya, selamanya. Belum tentu dia akan menemukan sosok seperti Elie. Namun saat itu, Ellie memutuskan sudah berpacaran dengan orang lain, apakah Ellie akan menerima Jack sebagai cintanya?

Dalam film ini, aku juga mengamati bagaimana industry film itu bekerja. Imej menjadi sangat penting disini, bagaimana penampilan Jack mulai dibentuk untuk menjadi seorang bintang, pengenalan dirinya di berbagai konferensi pers maupun acara acara TV Show, hingga bagaimana proses perekaman dilakukan. Hanya saja di film ini, sosok manajer dan artis baru digambarkan dengan klise, manajer yang serakah dan culas serta artis baru yang masih polos dan harus mengikuti apa kemauan dari sang manajer (debra hammer)

Tapi disisi lain, ada sesuatu yang mengganggu saya, ibarat suatu rantai kehidupan, kalau ada satu rantai yang terhilang otomatis akan memengaruhi rantai-rantai yang lain. Jika tidak ada The beattles, harusnya akan berdampak besar bagi berbagai aspek yang lain mengingat sosok The Beattles pun adalah ikon grup music pada jamannya.

Kemudian, bagaimana bisa ada dua orang yang mengenali The beattles. Dua orang tua yang kemudian menemui Jack tentang sosok The Beatles. Mengapa mereka bisa mengenali grup itu? Apa yang terjadi dengan mereka, apakah sama seperti kejadian yang menimpa Jack atau gimana? Ini adalah hal yang mengganjal dalam pikiran saya.

Yesterday, kemarin. Yah, bagi saya, film ini cukup memberikan makna bahwa kemarin dan hari ini akan memberikan sesuatu yang berbeda. Kehidupan bisa mengalami perubahan drastic dari masa lalu (kemarin) dan hari ini (sekarang) karena berbagai peristiwa yang terjadi.

Tapi yah, untuk sesuatu yang baru, secara keseluruhan film ini etap layak untuk di tonton kok. Apalagi lagu-lagunya memang enak didengar. Yah, biarkan pikiran kita sedikit berimajinasi dan sedikit mengabaikan logika kita . cukup dinikmati saja filmnya.

No comments:

Post a Comment