Labels

Sunday, December 6, 2020

Memupuk Mental Juara karya Richard Denny

 


Judul Buku                                  : Memupuk Mental Juara

Pengarang                                    : Richard Denny

Penerbit                                        : Pustaka Banuaju Yogyakarta

Tahun Terbit                                 : Juni 2005

Kesempatan kali ini saya akan meringkas isi buku pengembangan diri yang berjudul memupuk mental juara, bagaimana kita memotivasi diri sendiri dan juga orang lain untuk meraih prestasi dalam hidup ini. Buku ini terdiri dari 15 bab.

Bab pertama membahas bagaimana motivasi dalam perspektif manusia. Dasar dari semua motivasi adalah adanya harapan dalam hidup ini. Kita juga harus bisa membedakan antara motivasi dan manipulasi. Selain itu akan dibahas perbedaan dari motivasi sikap serta motivasi intensif. Orang-orang yang termotivasi memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan yang lain.

Bab dua membahas hukum-hukum dalam motivasi. Ada 7 hukum dalam motivasi yaitu:1) kita harus termotivasi terlebih dulu untuk memotivasi orang lain; 2)motivasi membutuhkan tujuan; 3)motivasi ketika sudah mapan, tidak akan pernah bertahan lama; 4)motivasi membutuhkan penghargaan; 5)partisipasi memberikan motivasi; 6)melihat kemajuan diri kita sendiri bisa memotivasi kita; 7)tantangan hanya memotivasi jika kita bisa menang; 8)setiap orang memiliki motivasi; 9)kepemilikan terhadap sebuah kelompok bisa memotivasi.

Bab tiga membahas hal-jal yang menghilangkan motiasi. Hal-hal tersebut adalah kehilangan kepercayaan diri, kekuatiran, opini-opini negative, perasaan”tidak ada masa depan di sini”, perasaan tidak penting, tidak mengetahui apa yang terjadi, serta penghargaan palsu.

Bab empat membahas ketegasan yang dibutuhkan untuk memotivasi diri dan orang lain. Ada delapan langkah untuk meningkatkan ketegasan diri yaitu :berharaplah untuk cemas, bangun kepercayaan diri anda, percayalah pada diri anda sendiri, perhatikan dan dengarkan, perhitungkan situasi, rencanakan respon anda, kemukakanlah pendapat anda, bersikaplah positif.

Bab lima membahas bagaimana memotivasi diri dengan membangun kepercayaan diri. Ada enam langkah untuk membangun rasa percaya diri, yaitu: jauhi alasan-alasan, gunakan kekuatan gambar, jangan takut gagal, perhatikan penampilan anda, simpan catatan keberhasilan masa lalu, jadilah seorang realis yang positif.

Bab enam membahas bagaimana memotivasi diri anda dengan menyusun tujuan-tujuan. Caranya adalah dengan membuat rencana yang teliti kemudian lakukan control atas keberuntungan anda sendiri, pertahankan teman yang tepat, kendalikan diri anda sendiri, pecat tuan kegagalan, motivasi diri anda dengan memotivasi orang lain.

Bab tujuh membahas bagaimana kita memotivasi orang lain. Untuk memotivasi orang lain secara sukses kita harus dapat menghilangkan fakor-faktor penghilang motivasi, cari tahu apa yang mereka inginkan, serta kita harus memperlihatkan pada mereka bagaimana mereka mendapatkannya. Adapun inspirasinya untuk menjadi motivator adalah jadilah pendengar yang baik, jadilah orang yang dapat dipercayai, pergoki mereka melakukan hal yang benar, perlihatkan bahwa kita percaya kepada mereka, jadilah pembawa berita yang bagus, buatlah tantangan-tantangan, hati-hatilah terhadap tantangan negative, jauhi sarkasme, tarik orang yang meraih kesuksesan-kesuksesan.

Bab delapan membahas bagaimana kita dapat memotivasi tim. Unuk menciptakan tim yang termotivasi kita harus melakukan beberapa hal, yaitu : berikan kepada tim kondisi kerja yang baik, jelaskan misi perusahaan, berikan kepada tim sebuah tujuan , ingatlah anggota-anggota tim, kembangkan identitas tim, bagi kesuksesan, pastikan tim tersebut positif, jadilah pemimpin yag membangkitkan motivasi.

Bab Sembilan membahas kepemimpinan yang membangkitkan motivasi: ada 12 sifat utama kepemimpinan yang perlu kita pelajari, yaitu : keinginan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba, motivasi diri, perasaan yang tajam tentang apa yang adil, rencana-rencana yang pasti, kemungkinan bersikukuh sebuah putusan, kebiasaan melakukan sesuatu lebih daripada bayarannya, kepribadian yang positif, empati, penguasaan rincian, keinginan untuk memikul tanggung jawab yang penuh, duplikasi, keyakinan yang mendalam pada prinsip-prinsip mereka.

Bab sepuluh membalas tentang motivasi insentif. Disini akan dibahas bagaimana kebahagiaan, penghargaan dan uang merupakan tiga perangsang terbesar seseorang untuk memiliki motivasi. Maka gunakan salah satu dari tiga hal ini untuk memotivasi orang lain.

Bab sebelas membahas tentang kontes insentif. Yaitu bagaimana kita membuat suatu kompetisi dalam perusahaan untuk meraih insentif tertentu. Lima aturan cemerlang agar kontes-kontes insentif ini berhasil yaitu : setiap orang mesti memiliki peluang untuk menang, atur sistem insentif secara hati-hati, putuskan tepatnya pola apa yang harus dicapai, berikan hadiah-hadiah yang nyata, dan yang terakhir pastikan pola tersbut dimengerti.

Bab dua belas membahas cara komunikasi yang membangkitkan motivasi. Cara cara tersebut misalnya, janganlah menjadi “manajer burung merpati,” berikan motivasi melalui jalur telepon, rencanakan berita-berita bagus, potong pertemuan-pertemuan, cegah gossip-gosip dengan menjadi tidak begitu merahasiakan informasi, selalulah menulis secara positif.

Bab tiga belas membahas kritik yang membangkitkan motivasi. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengkritik tanpa menghilangkan motivasi, yaitu : pilih waktu anda dengan hati-hati, diskusikan masalah secara rahasia, biarkan orang tersebut tahu anda menghargainya, hadapi mereka secara langsung, bersikaplah benar-benar jujur, kritiklah perilakunya bukan orangnya, tegaskan kembali nilai-nilai baik orang tersebut, tentukan tanggal peninjauan.

Bab empat belas yaitu sukses melalui orang lain. Di sini dibahas empat langkah bagaimana pendelegasian bisa sukses, yaitu: terimalah kemampuan yang memadai, jelaskan tugas tersebut namun jangan terlalu rinci tepatnya tentang bagaimana pekerjaan tersebut mesti dilakukan, berikan penghargaan jika memang harus.

Bab lima belas membahas  bagaimana motivasi diri di rumah. Perlu diingat bahwa motivasi tidak berhenti ketika kita sudah pulang . Kita harus merencanakan tujuan-tujuan kolektif, kenali prestasi, jauhi egosentris, seringlah lebih berkomunikasi, dan mengingatbahwa prioritas-prioritas seharusnya mencakup elemen-elemen kehidupan rumah tangga anda.

Ada beberapa hal yang sepertinya ketinggalan jaman tapi secara keseluruhan buku ini masih bagus untuk dibaca dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami. Akhir kata selamat membaca.

No comments:

Post a Comment