Labels

Sunday, April 12, 2015

Kisah Hidup Madame Mao



Judul buku                                          : Madame mao
Pengarang                                          : Anchee Min
Penerbit                                              : Q Press, Bandung
Tahun terbit                                       : Cetakan 1 September 2007
Jumlah halaman                               : 544 halaman
Saat membaca kover ini, saya kurang tertarik, namun melihat nama pengarangnya saya langsung ingin tahu tentang isisnya. Saya pernah membaca bukunya yang lain yaitu Maharani yang menceritakan sosok maharani Ci Xi sewaktu  masih gadis hingga menjadi seorang maharani dan gaya bahasanya cukup saya sukai. Madame Mao, tentu menarik perhatian karena dia adalah seorang wanita yang berperan besar dalam Revolusi Kebudayaan di TIongkok yang menelan begitu banyak korban.
Madame Mao memiliki tiga nama sepanjang hidupnya, sebagai Yunhe, seorang gadis lugu antara tahun 1919-1933, kemudian berubah menjadi Lan Ping saat menjadi artis di Shanghai, dan mengalami perubahan menjad Jiang Ching di tahun 1938-1991) atas saran dari Kang Sheng.
Yun he sebagai seorang gadis yang akan diikat kakinya seperti kebanyakan gadis saat itu namun berani menolak keinginan ibunya. Suatu budaya yang  membekas dan kelak mempengaruhi jalan hidupnya, kemudian dia menikah dengan seorang pria, yang hanya di sebut sebagai Tuan Fei, namun pernikahannya begitu singkat. Yun he kemudian mengenal Yu Qi wei, seorang pria tampan dan cerdas yang akan menjadi suami keduanya, namun pernikahan ini juga mengalami kegagalan. Yun He pergi ke Shanghai untuk mengembangkan drinya sebagai artis namun dia hanya menjadi artis kurang ternama. Di sana dia menikah dengan Tang Nah, yang dikiranya akan membantu jalannya menjadi seorang artis, namun dia justru salah besar.

Yun He kemudian mengubah nama menjadi lan Ping, dia semakin terlibat dalam kegiatan Komunis, serta mencoba untuk mengembangkan diri dengan berharap bantuan Tang Nah yang memiliki koneksi dengan dunia industri film, tapi tidak berhasil. Saat Yun He pergi bergabung dalam kelompok  Komunis di Yenan, atas bantuan Kan Sheng , dia berkenalan dengan mao Tse tung yang saat itu masih memiliki istri namun akhirnya ditinggalkannya dan Yun he kemudian menjadi istri ketiga Mao, dimana namanya sudah berubah menjadi Jiang Ching.
Jiang Ching harus tahan dengan kenyataan bahwa Mao memiliki banyak hubungan gelap dengan para wanita terutama yang masih perawan, mengingat Mao memiliki pemikiran seperti kaisar kaisar kuno untuk bisa panjang umur harus banyak bercinta dengan gadis gadis yang masih perawan dan masih muda. Salah satunya seoran artis bernama Sangguan, artis Shanghai yang dijadikan selir Mao, namun dia tidak pernah bertemu Mao, bahkan menderita depresi karena dia tidak bisa bebas pergi kemana mana, sementara di berbagai tempat dia selalu melihat foto Mao dan Jiang Ching. Shangguan akhirnya bunuh diri di dalam kamarnya dengan mencampur sebotol Shaoju dan pil tidur.
Jiang ching akhirnya memiliki kekuatan besar untuk mengatur Tiongkok, bagaimana dia terlibat dalam proses Revolusi Industri, menyingkirkan lawan lawan politiknya, misalnya Liu Shao Qi dan istrinya Wang Guang mei.  Bahkan Madame mao menyingkirkan keluarga Liu hanya karena rasa iri melihat Wang Guang Mei  yang lebih dikenal daripada Madame Mao yang saat itu masih belum tampil di public, Istri Liu yang merupakan wakil ketua dianggap lebih sering tampil, apalagi dia dari keluarga terpelajar dan bangsawan sementara Jiang Ching hanyalah seorang artis yang tidak terkenal.  Dijelaskan bagaimana Madame Mao sangat iri dengan Wang Guang mei dan Deng Yen Chao, istri Perdana mentri Zhou En Lai. Bedanya adalah Deng Yen Chao tidak berusaha untuk konfrontasi dengan Jiang Ching, bahkan selalu berusaha mengambil hati Jiang Ching, sementara Wang Guang Mei, memosisikan dirinya sebagai seorang istri wakil ketua yang cerdas dan tidak berusaha untuk mengambil hati Jiang Ching.
Mao sendiri hanya diam saja karena seperti kaisar, Mao menganggap bahwa pertikaian yang terjadi pada bawahannya itu digunakan untuk memperkuat dirinya, sehingga Mao secara diam diam juga mendukung bawahan bawahannya yang saling menyerang.
Jiang Ching akhirnya bersekutu dengan chun Qiao, seorng penulis dan editor Shanghai wenhui , bahkan bersamanya, jiang Ching membentuk kelompok empat, dimana dua diantaranya merupakan murid Chun Qiao,kelompok yang pada masanya sangat ditakuti oleh  lawan lawan politiknya. Deng Zao Ping akhirnya di asingkan. Dua lawan politiknya paling kuat setelah tersingkirnya wakil ketua liu Shao Qi adalah  perdana menteri Zhou En lai dan marsekal Lin Biao.
Salah satu kisah yang paling mengerikan menurutku adalah saat terjadi makan malam antara pasagan suami istri Lin Biao, Zhou en lai , mao ze dong dan Jiang ching, Bagaimana pada saat itu Mao seperti sedang memuji muji keluarga Lin Biao dan tidak ada suatu firasat buruk, namun keesokan harinya keluarga Lin Bao sudah tewas. Setelah selesai makan malam, mereka dibantai dalam perjalanan pulang ke rumah  atas perintah Mao dengan alasan mau melakukan tindakan kudeta. Hmmmm, Suatu hal yang sangat tidak di duga menurutku.
 Pada akhirnya Madame Mao jatuh seiring dengan kematian Mao Ze dong tahun 1975 sehingga tidak ada lagi yang melindunginya, akhirnya dia ditangkap dan diadili atas perbuatan perbuatannya. Hal yang sangat tragis adalah Jiang Ching dijatuhkan sendri oleh Kang Sheng, orang yang dulu juga pertama kali bersekutu dengannya untuk meraih tujuan politik yang lebih tinggi, namun di saat kematiannya, KangSheng menyadari keinginan politiknya tidak akan tercapai sehingga dia menyerang balik Jiang Ching.
Banyak hal yang bisa kita petik dari buku ini, bagaimana sikap Jiang ching yang sangat dipengaruhi oleh  masa kecilnya yang akan diikat kakinya, yang dianggapnya suatu bentuk pengekangan. Rasa bencinya terhadap ayahnya yang dianggapnya itu juga sebagai bagian dari budayanya. Kehidupanny semasa menjadi artis yang depresi karrena peluang untuk menjadi artis papan atas tidak kunjung tiba walau dia menikah dengan seseorang yang dianggapnya bisa mengangkatnya menjadi artis papan atas, sementara itu dia menganggap bahwa dirinya adalah burung merak diantara ayam ayam biasa (benar gak kalau yang ini, lupa, maaf nih, mau nyari di perpustakaan lagi susah ketemunya

No comments:

Post a Comment