Labels

Sunday, March 29, 2015

grapho for success, analisis tulisan tangan



Judul buku                          : grapho for success, analisis tulisan tangan
Pengarang                          : Bayu Ludvianto
Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Tahun terbit                       : cetakan ke enam Oktober 2012
J               : 212 halaman
umlah halaman
Inilah buku kedua yang saya baca mengenai analisis tulisan tangan, dan jujur saja, saya lebih memahami isi tulisan tangan dengan menggunakan buku ini daripada buku sebelumnya yang dikarang oleh Dwi Sunar. Sang pengarang sendiri merupakan lulusan biologi yang sempat bekerja di konservasi alam namun beralih menjadi pemerhati perilaku manusia dengan menggunakan tulisan tangan.
Sebenarnya apa yang dibahas juga tidak berbeda jauh dengan buku buku lain yang membahas tentang tulisan tangan, namun terkadang cara penyampaian yang berbeda dan isi yang sedikit berbeda dengan ulasannya membuat kita akhirnya memilih mana yang ingin dibaca, ditambah buku ini juga merupakan buku best seller sampai cetakan ke enam, tentu banyak mengundang rasa ingin tahu orang untuk membacanya.
Buku ini diawali dengan jebakan hidup dalam manusia yang akan dapat dilihat dari tulisan tangan seseorang. Pertama adalah abandonment, yaitu suatu perilaku yang selalu sibuk mencari teman dan selalu menunjukkan sikap bak kepada seseorang walau orang itu bertindak buruk terhadapnya. Kedua mistruss dan abuse, perilaku seseorang yang selalu berasumsi buruk pada orang lain, suka tidak percaya pada orang lain. Ada lagi dependence, yaitu perilaku yang selalu merasa tergantung pada orang lain. Dilanjutkan Vulneralibity yaitu suatu takut yang berlebihan terhadap dunia ini. Emotional desprivation yaitu sikap tidak memedulikan orang lain. Failure yatu rasa tingkat percaya diri yang rendah bahkan terkadang sengaja melakukan suatu hal agar rendah. Ada lagi subjugation yaitu selalu merasa patuh dan menyenangkan orang lain. Unrelenting Standars, yaitu suatu sikap rasa tidak puas dengan dirinya dan selalu menekan diri untuk lebih baik lagi dan lagi. Dan yang terakhir adalah Entitlement yaitu suatu sikap untuk selalu merasa berhak dengan apa yang diinginkan. Semua sikap ini dilihat dari tulisan tangan, dan akan menjelaskan karakter dan pengalaman masa lalu orang tersebut, karena apa yang menjadi tulisan tangan seseorang terbentuk dari pengalaman hidupnya, terutama sewaktu dia masih kecil.

Kita mulai dengan margin . Margin atau jarak ideal apalabila di sebelah kiri 1,5-2,5 cm sementara sebelah kanan 0,5 -1cm. orang yang memiliki margin ideal antara kanan dan kiri berarti nyaman dengan aturan social serta nyaman dengan dirinya dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Jika margin rata di semua sisi dan terkontrol maka sang penulis terobsesi dengan tampilan luar. Margin kiri yanglebar menandakan si penulis memiliki masa lalu kelabu dan berusaha untuk menghalangi bangkitnya masa lalu yang menyakitkan. Apabila sebelah kanan yang lebar maka si penulis ragu menghadapi masa depan atau awal terlihat semangat namun energy habis di tengah jalan.Apabila tidak ada margin sama sekali maka si penulis adalah pribadi yang efisien dan dapat diartikan juga dia harus ada di semua ruangan. Otomatis si penulis bukan tim player yang baik karena kurang percaya dengan orang lain. Dia harus ada di mana mana. Apabila di kertas yang digunakan digunakan garis tepi kanan dan kiri dan kebetulan sang penulis menabrak margin kanan atau menulis sebelum garis tepi kiri menandakan si penulis tidak menyukai tatanan/aturan alias semau gue, umumnya merka berpikir out of the box. Jika margin lebar di keempat sisi menandakan si pribadi lebih suka hidup menyendiri karena bentuknya seperti bingkai.
Berikutnya yang bisa dinilai adalah spasi. Ideal spasi antar kata adalah 2-3 huruf (sangat berbeda dengan menurut bukunya Dwi yang dilihat dari huruf M) jika ideal maka hubungan timbal balik seimbang. Sementara jika lebih alias lebar maka adanya penundaan dan ketidaknyamaan dalam diri penulis. Jika jarak antar kata lebar maka terdapat keraguan atau ketidakpastian. Semakin jauh spasi maka semakin tidak nyaman seseorang dengan orang lain atau suasanya. Apabila huruf, kata atau baris terlalu dekat jaraknya maka menandakan ada masalah dalam diri penulis , perasaan tertekan tertutup, sempit. Jika jarak antar huruf sempit namun antar kata lebar menandakan ada pergolakan batin luarbiasa , adanya paranoid berlebih dan bukan rekan kerja yang akan membawa produktifitas.  Jika jarak antar spasi lebar menandakan sifat boros dan menyukai jaga jarak dengan orang.
Kemudian ada garis dasar atau disebut dengan baseline. Garis dasar lurus menandakan sangat terkontrol, mengikuti aturan dan diplomatis. Namun jika super lurus sehingga seperti penggaris justru si penulis berupaya menutupi kelemahan. Jika baseline naik biasanya dimiliki 90% orang yang berhasil dalam kehidupan menandakan sifat optimis dan kemauan penulis untuk mencapai cita citanya. Jika garis baselin menurun menandakan sinis terhadap lingkungan sekitar, selalu kecewa, selalu merasa menjadi korban, apabila bentuknya cembung, menandakan awalnya optimis namun gampang menyerah di tengah jalan. Jika berbentuk garus cekung menandakan awalnya pesimis namun bisa bangkit ke atas sehingga tipe penulis seperti ini membutuhkan teman untuk penyemangat. Jika baseline naik turun semaunya menandakan temperamental  dalam kondisi up and downs atau menurut say amoody alias emosi tidak stabil. Bila base line tidak jelas polanya alias ngaco (mungkin mirip dengan baseline naik turun terus) menandakan sedang diambang kehancuran secara social dan sang penulis sakit secara mental dan emotional. Waspada, orang ini membutuhkan enanganan ahli.
Ukuran tulisan dapat menandakan seseorang, jika ideal maka sang penulis nyaman dengan dirinya dan kehidupan sosialnya. Di buku tertulis 8-9mm, tapi masa ukurannya besar sekali, itu hamper 1 cm masih kategori medium. Jadi saya pakai standar dari buku lain aja, kemudian jika ukuran tulisan besar artinya si penulis ekstrovert , tidak menyukai detail dan selalu ingin dperhatikan. Jika tulisan kecil menandakan si penulis suka di belakang layar, eliti danmemiliki  konsentrasi yang tinggi. Namun apabila tulisan super kecil ekstrim sampai tidak dapat di baca menandakan si penulis sakit secara mental dan butuh ahli.
Tekanan tulisan terbagi menjadi tiga, jika medum maka si penulis mampu mengelola emosi dengan baik. Bisa dilihat dengan adanya goresan ke atas agak ringan dibandng goresan di bawah. Jika tekanan tulisan berat maka menandakan si penulis memiliki kemauan kuat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan , tegas, aktif dan semangat. Ada kemungkinan untuk suka memaksakan kehendak pada orang lain. Jika tulisan super berat tekanannya sampai sobek menandakan si penulis frustasi luaar biasa . bagaimana jika tulisan memiliki tekanan ringan? Menndakan penulis cenderung menunggu, cenderung menyukai satu hal yang monoton, sukar dijadikan pemimpin karena mudah mengikuti arus.jika tekanan suatu tulisan tidak rata maka menandakan sang penulis sedang cemas.
Zona tulisan terbagi menjadi tiga, jika dominan zona atas menandakan suka berpikir, suka merancang sesuatu, suka menemukan ide dan filosofi. Itu kenapa tulisan dengan dominan di zona ini banyak dtemukan pada kaum pemikir, filosof, desainer atau agamawan. Sementara tulisan dengan dominan zona tengah menandakan mementingkan kehidupan saat ini, jabatan dan penampilan saat ini. Penulis dengan dominan zona tengah susah membuat visi jangka panjang karena prinsipnya today is just for today.tulisan dengan zona mirip dengan anak anak yang mudah puas dan mudah kecewa. Jika tulisan dominan di zona bawah menandakan mementingkan aspek kehidupan yang mendasar seperti uang, seks , keluarga, kesehatan dan tampilan tubuh.
Tingkat kemirinn tulisan dibagi menjadi tiga, apabila tulisan miring ke kanan menandakan sikap yang ekspresif dan jika terlalu ekstrim menandakan sang penulis cenderung tidak mampu mengelola emosi. Jika tulisan dominan tegak, memandakan sang penulis menggunakan logika untuk memutuskan sesuatu alias head over heart. Otomatis tulisan dengan tulisan tegak kurang cocok untuk jadi public relation atau guru karena yang dipikirkan hanya untung rugi mengajar. Seorang terapis juga kurang cocok untuk penulis dengan tipe tegak. Jika tulisan dominan miring ke kiri menandakan sikap menarik diri dan menutupi perasaan aslinya. Diplomatis, jika tulisan terlalu ekstrim kekiri menandakan berpikir hanya tentang dirinya sendiri , sangat independen serta sukar di ajak bergaul, jika dia guru maka dia akan dijauhi murid muridnya.
Tulisan sambung menandakan sesuatu. Jika sifat tulisan adalah cetak, secara konvensional diartikan suka praktis , mudah dan cepat, tidaak lebih ramah dari tulisn sambung.. namun hal ini masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut karena budaya di Indonesia beda dengan budaya di luar negeri. Sementara tulisan sambung dibagi menjadi empat. Jika tulisan sambung cursive writing diartikan sang penulis suka bersosialisasi, ramah serta konvensional alias patuh pada aturan. Jika tulisan sambung garland alias tulisan latin menandakansikap ramah, jiwa social dan suka membangun jaringan. Ada lagi tulisan sham garland yang hampir mirip dengan garland namun pembedanya huruf m ditulis seperti w begitu juga sebaliknya, huruf u ditulis seperti v, begitu juga sebaliknya. Tulisan sham garland menandakan sang penulis sulit melakukan kejujuran, suka mengambil keuntungan dengan melakukan manipulasi. TUlisan sambugan arcade ditandai dengan garis hubung di atas huruf, tulisan ini menandakan sang penulis tidak jujur, manipulative, suka hal formal dan Nampak keren untuk menutupi hal yang jelek dari dirinya. Jika tulisan arcade kurang dari 30 persen, maka bisa diabaikan. Tulisan sambungan angular alias menyudut menandakan sang penulis agresif, pekerja keras dan suka kompetisi. Penulis terlihat seperti ketus dan tidak punya hati. Penulis dengan tipe ini berpikir dan bertindak cepat alias to the point. Jika tulisan dengan sambungan jelujur menandakan sang penulis licik, merahasiakan suatu fakta , tidak jujur dan tulisan ini dapat ditemui dengan profesi profesi tertentu.
Tulisan cepat dan lambat juga bisa dinilai, namun saya kurang paham dengan ini mengingat untuk tulisan cpat dan lambat harus dilihat langsung, walau di buku grafologi lain, bisa ditandai dengan penulisan huruf tertentu yang berbeda tapi saya tidak akan menekankan pada penilaian gerak cepat atau lambat. Secara umum tulisan cepat menandakan cepat berpikir, cepat bertindak, tapi sering mengabaikan detail, semntara tyulisan lambat menandakan ragu ragu, ada kemungkinan masih bersifat anak anak.
Kemudiaan kita akan melihat huruf huruf tertentu yang mengartikan sesuatu ,misalnya huruf yang menandakan kebingungan ditandai dengan adanya tumpang tindih antara baris atas dan bawah. Hal ini menadakan sang penulis lemah dalam menentukan visi misi. Maka satu kata, sang penulis harus dpaksan ntuk menetapkan ONE THING.
Huruf tanda konsep diri yang jelak terbagi menjadi beberapa, jika palang pad ahuruf t semakin renda maka semakin rendah tingkat percaya diri seseorang. Tanda tangan yang berbentuk cangkang tertutup atau setengah cangkang menandakan suatu bentuk perlindungan. Palang huruf t yang rendah juga menadakan harga diri yang tidak sehat. Bisa juga harga diri yang tidak sehat dilihat dari tandatangan tyang terkesan di coret. Ukuran huruf tanda tangan yang kecil dan sukar dibaca juga dapat menandakan harga diri yang tidak sehat.
Ketidak jujuran pada diri seseorang dapat dilihat dari bentuk huruf o dengan tusukan kecil di dalamnya, huruf retouching, pengulangan garis pada huruf yang sama, atau huruf dengan goresan terputus terutama di bagian dasar.
Sifat licik dapat dilihatpada huruf j y g  dimana tidak ada lengkungan di bawah tapi berbentuk garis yang berbelok ke kiri dan terkesan ada kait. Sifat takut mengalami penolakan dapat dilihat dari huruf m yang dua lengkungannya tidak sama besar. Sikap takut mendapatkan kritikan dapat dilihat dari gelembung atas pada huruf d, semakin besar gelembung, maka sang penulis menganggap kritikan sebagai serangan.
Sifat tanda mudah marah atau tidak sabar ditandai dengan palang pada huruf t yang terletak di sebelah kanan atau titik pada huruf I yang juga di sebelah kanan dan bentuknya titik tersebut seperti paku. Jika ada goresan awal panjang  sebelum tulisan di mulai menandakan adanya pendaman kemarahan dari masa laluyang terpelihara.
Tanda  orang yang suka menunda nunda dapat dilihat dari penempatan palangan pada huruf t dan titik pada huruf I di sebelah kiri. Jika ingin melihat seseorang keras kepala atau tidak dapat dilihat dari bentuk huruf seperti tenda orang Indian amerika. Semakin lebar bentuk tenda maka orang tersebut semakin keras kepala. JIka ingin mengetahui seseorang pesimis atau tidak dapat dilihat dari garis dasar tulisan alias base line yang semakin ke kanan semakin menurun.
Tandatangan juga dapat dianalisis namun lebih terbatas megingat tandatangan itu dilakukan berulang ulang sehingga sudah tidak natural lagi. Untuk menganalisis tandatangan harus bersamaan dengan analisis tulisan, agar hasil lebih akurat. Jika tandatangan semakin terlihat nama asli maka sang penulis semakin apa adanya bak dalam kehidupan pribadi maupun di depan public. JIka  membbentuk cangkang maka sang penulis membuat batas antara dirinya ddengan orang lain alias tidak suka bergaul dan bersahabat. Bagaimana jika banyak pernak pernik  hiasan di sana sini pada tandatangan? Maka kesan yang didapat adalah sang penulis sedang berusaha untuk menarik perhatian.Tandatangan yang agresif dapat dicirikan dengan bentuk taajam dan meruncing seperti pisau/panah pada awal tandatangan. Jika ukuran jauh berbeda baik lebih besar dari tulisan menandakan si penulis ingin terlihat besar atau diperhatikan padahal dalam diri merasa inferior dan tidak berarti. Efeknya adalah si penulis sering membual selalu menuntut dan argumentative. Jika tandatangan lebih kecil dari tulisan menandaan sang penulis sangat nyaman dengan kehidupan pribadinya dan tidak suka di tengah public. Jika kemiringan ada tandatangan berbeda dengan tulisan menendakan ada konflik batin tentang ekspresi perasaannya. Bisa jadi sang penulis harus berakting. Jika sang penulis haus pujian ditandai dengan adanya goresan bertubi tubi dalam bentuk penopang. Jika sang penulis tidak menyukai imej dirinya sendiri ditandai denga ada kesan mencoret tandatangannya sendiri.

1 comment: