Labels

Monday, March 23, 2015

pararaton, silsilah Singasari dan Majapahit



Judul buku                          : Pararaton (teks bahasa kawi dan terjemahan dalam bahasa indonesia
Pengarang                          : -           (tidak ada pengarangnya)
Penerjemah                         : Ki J. Padmapuspita
Penerbit                              : Taman Siswa Yogyakarta
Tahun terbit                       : 1966
Tebal halaman                   : 93 halaman
doc. pribadi
Akhirnya membaca  juga hingga selesai buku pararaton yang menjadi salah satu rujukan sejarah Singasari dan Majapahit. Buku ini bukanlah sumber primer, melainkan sumber sekunder. Hal ini dikarenakan tidak diketahui siapa pengarangnya dan isinya banyak yang berbau mistis misalnya Ken Arok merupakan anak dewa.
Ken Arok merupakan anak yang lahir dari Gajahpara dan Ken Endok. Saat lahir Ken Arok dibuag ke kuburan, karena Gajahpara meninggal setelah menceraikan Ken Endok. Batara guru sudah menitahkan Ken Endok agar jangan bergaul dengan suaminya dulu selama masih hamil,atau suaminya akan mati, namun gajah para nekat sehingga Ken Endok minta cerai karena takut terhadap kutukan Batara Guru.
Ken Arok akhirnya ditemukan oleh Lembong, seorang pencuri. Ken Arok dididik menjadi pencuri, namun Ken Arok suka berjudi sehingga harta lembong  dan harta Ken Endok habis, bahkan kerbau yangdigembalakannya milik Tuan lebak hilang,sehingga Ken Arok melarikan diri ke Kapundungan, kemudian berlindung kepada Bango Samparan.

Bango Samparan bersedia menerima Ken Arok karena  dia mendengar suara di angkasa bahwa yang bisa menyelamatkannya dari hutang hutangnya adalah Ken Arok. Ken Arok lantas berkawan dengan Tuan Tita, dan tertarik untuk belajar . mereka akhirnya belajar pda seorang guru. Guru memiliki tanaman jambu yang siapapun dilarang untuk makan, namun Ken Arok yang sangat ingin makan jambu tersebut setiap malam dari ubun ubunnya keluar banyak kelelawar yang memakan jambu jambu tersebut. Guru kemudian mengusir Ken Arok, tapi saat tidur di luar, tubuh Ken Arok menyala seperti terbakar sehingga menimbulkan takjub sang guru dan akhirnya diminta untuk masuk lagi ke rumah.

Saat dewasa, Ken Arok semakin berbuat onar sehingga terdengar sampai di Daha sehingga tunggul ametung bertindak untuk melenyapkannya dan Ken Arok meninggalkan tempat tersebut. Pada suatu ketika saat sedang merampok dia dikejar kejar sehingga bersembunyi seseorang yang dipertuan di Kapundungan dengan cara di aku anak . Setelah selamat dari orang yang mengejarnya, Ken Arok bersembunyi di Hutan Patangtangan, kemudian ke Ano, dan Ke Hutan Terwag, dan masih tetap melakukan kerusuhan.

Kemudian dia tinggal di rumah kepala daerah Luki, melindungi seorang tukang emas bernama Mpu Palot dari serangan yang kata orang dari nama Ken Arok alias dirinya sendiri ke Turyantapada, bahkan Ken Arok diajari ilmu kepandaian membuat emas.dimina ke Kabalon untuk menyempurnakan kepandaiannya namun dia menikam orang kabalon yang tidak percaya keadanya, kemudian para tetua beranjak akan membunuh dia namun dilindungi oleh suara dari angkasa agar jangan membunuh Ken Arok.  Dari kitab ini juga djelaskan bagaimana para dewa merestui Ken Arok untuk menjadi raja Jawa.Ken Arok kemudian diberi pentnjuk untuk belajar pada Loh Gawe, yang akan ke Tumapel untuk mengabdi pada Tunggul ametung. 

Pada saat yang sama ada seorang pujangga pemeluk budha bernama Mpu Purwa yang memiliki anak perempuan bernama Ken Dedes sangat termasyur akan kecantikannya. Tunggul Ametung tertarik dengan gadis cantik itu dan melarikan perempuan tersebut. Hal ini menimbulkan kemarahan bagi Mpu Purwa sehingga memunculkan kutuk bahwa siapapun yang mengambil anaknya akan diambil istrinya dan mati ditikam keris. 

Tunggul Ametung sangat mencintai Ken Dedes, saat sedang bercengkeramadengan istrinya di Taman Bobodji, Ken Dedes turun dari kereta dan tersngkat betisnya yang terlihat bernyala oleh Ken Arok. Hal ini ditanyakan kepada Lohgawe yang menjawab bahwa perempuan seperti itu adalah Nareswari, siapapun yang memperistri wanita itu akan menjadi maharaja walau orang berdosa. Ken Arok menginginkan Ken Dedes, dan meminta nasihat dari Bango Samparan.Bango Samparan memberikan nasihat untuk meminta membuatkan keris di Empu Gandring karena Tunggul Ametung sakti mandraguna sehingga butuh keris yang bertuah. Empu Gandring menyanggupi satu tahun pembuatanamun baru sampai lima bulan Ken Arok sudah sampai di sana dan mengambil keris itu. Ken Arok yang marah kemudian membunuh Empu Gandring yang membuat sang empu mengeluarkan kutukan bahwa tujuh orang raja akan mati karena keris itu.

Tunggul Ametung memiliki sahabat yang bernama Kebo Ijo. Ken Arok meminjamkan keris tersebut dan Kebo Ijo sering membawanya kesana kemari sehingga masyarakat TUmapel mengira kalau Kebo ijo pemilik aslinya. Malam hari dicurilah keris itu oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung di tempat tidurnya. Peristiwa ini mengakibatkan Kebo Ijo ditangkap dan dibunuh dengan keris buatan Empu Gandring.
Kematian Tunggul ametung membuat Ken Arok akhirnya menikahi Ken Dedes.dan tidak ada yang berani menentangnya. Ken Arok dan Ken Dedes memiliki tiga putra satu putri, sementara dari Ken Umang , Ken Arok memiliki empat orang, satu diantaranya putri. Ken Arok meluaskan kekuasaan sehingga akirnya menguasai sebelah timur kawi. Hal ini terdengar oleh Kertajaya alias Dandang Gendis. Kertajaya sendiri berkonflik dengan para pujangga Siwa dan Buda agar mereka menyembah Kertajaya karena dia sangat sakti. Kaum pemuja siwa buda akhirnya menyingkir dan berlindung kepada Ken Arok serta mendukungnya.
Ken Arok akhinya dinobatkan menjadi Raja Singasari.hal ini terdengar oleh Dandang Gendis sehingga terjadi peperangan di daerah Ganter, dimana Dandang gendis mengalami kekalahan dan mundur dari pertarungan mengungsi ke alam dewa. Ketiga istri Dandang Gendis akhirnya menghilang bersama sama dengan istananya juga. Seluruh jawa akhirnya dikuasa oleh Ken Arok tahun 1144 S.

Lama kelamaan Anusapati mendengar bahwa ayah yang sebenarnya adalah Tunggul Ametung dari Ibunya, sehingga dia menyuruh pengalasan dari batil untuk membunuh Ken Arok dengan kris Mpu gandring. Setelah niatnya terlaksana, Anusapati membunuh sang pengalasan sehingga naik tahta.Ken Arok akhirnya dicandikan di Kagenengan.

Peristiwa ini akhirnya tedengar oleh Tohjoyo sehingga Tohjoyo membunuh Anusapati lewat sabung ayama, saat anusapati lengah maka Tohjoyo menikamnya dengan keris Mpu Gandring. Anusapati akhirnya dicandikan di Kidal. 

Saat duduk diatas tahta, Tohjaya mengagumi kehebatan Ranggawuni dan Mahesa Cempaka, namun pranaraja, menganggap bahwa kedua orang ini seperti bisul yang akan menyebabkan mati juga, sehingga Tohjaya mengambil inisiatif untuk melenyapkan mereka dengan memerintahkan lembu rampal, kalau tidak berhasil mmbunuh mereka, maka lembu rampal yang akan dibunuh.Dua pangeran itu bersembunyi, dan Lembu ampal yang ketakutan akan dibunuh akhirnya bersekutu dengan dua bangsawan itu. 

Akhirnya Lembu Ampal mengmbil inisiatif untuk mengadu domba antara orang rajasa dan orang sinelir yang terdapat di istana, kerusuhan terjadi yang mengakibatkan toh jaya mengambil keputusan salah satu dari kedua golongan itu dihukum mati. Kedua golongan justru akhirnya bersekutu dan berlindung kepada dua bangsawan tersebut. Kemudian pasuakn tesebut menyerbu istana sehingga tohjaya terKena tombak, hamba hambanya mengusung lari ke katanglumbang. Saat sedang lari, ada hambanya yang lepas cawatnya sehingga berhenti sebentar untuk membetulkan cawat tersebut.  Kemudian mati di Katanglumbang dan dicandikan di sana.
Rangawuni naik tahta bergelar wisnuwardhana , sementar mahesa cempaka sebagai ratu angabaya dengan gelar narasinga. Ranggawuni meninggal dicandikan di Jajagu, sementara Narasinga dicandikan di Kumeper dan Wudi Kucir.
Krtanagara naik tahta dan akhirnya menyingkirkan raganata dan arya wiraraja. Arya wiraraja akhrnya bersurat surat dengan Jayakatwanguntk menyerang Kertanegara. Kertanegara mengirim pasukan ke Melayu, dan saat sedang bersenang senang, diseranglah oleh Jayakatwang. Pada akhirnya Raden Wijaya akhirnya meloloskan diri dan minta erlindungan ke Arya Wiraraja. Arya yang sebelumnya mendukung Jayakatwang berbalik menyelamatkan raden wijaya dan akhirnya mengirim utusan agar jayakatwang memaafkan Raden Wijaya.

Raden Wijaya kemudian diberi hutan trik dan dibuka desa yang kelak bernama desa majapahit, di saat yang bersamaan dan atas usul dari Arya Wiraraja , maka Raden Wijaya mengirim  utusan ke bangsa tartar untuk menyerang daha  dengan imbalan akan diberikan putri-putri bangsawan Tumapel. Akhirnya tentara mongol datang dan menyerang Jayakatwang. 

Dengan tipu daya, akhirnya Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan tartar dan mendirikan majapahit. Sementara ekspedisi melayu mmbawa dara petak dan Dara Jingga untuk djadikan istri Radden Wijaya dimana dara petak yang melahirkan jayanegara.raden wijaya meninggal karena bisul bengkak dan dicandikan di Antapura. Kerajaan cukup baik hingga pemerintahan digantikan anaknya yaitu Kertanegara, dimana d dalamnya banyak terjadi pemberontakan karena sikap Jayanegara. Mulai dari Sora, Ronggolawe, Demung, Gajah biru, dimana banyak yang terjadi karena fitnahan dari Mahapati. Pada  akhrnya pemberontakan Rakuti yang membuat Jayanegara mengungsi ke bedander, terbongkarlah kejahatan Mahapati dan akhirnya dibunuh seperti seekor babi hutan.Jayanegara memiliki dua saudara tiri yang cantik dan hendak dinikahi sendiri,semua pangeran satria bersembunyi karena takut akan dibunuh. namun karena istri ratanca menceritakan jayanegara yang memperlakukannya tidak baik, maka saat ratanca mengobati sakit bengkaknya, ratanca membnuhnya, dan gajah mada langsung membunuhnya. Akhirnya cerita berlanjut hingga tahun 1403 S atau saat terjadi peristiwa gunung meletus.

Ada yang tidak sesuai dengan sejarah yang kita terima, misalnya anak kertanegara di sini hanya dua , sementara di sumber lain ada empat istri keturunan langsung dari Kertanegara. Selain itu juga Ken dedes merupakan pemuja wisnu, sementara di sini adalah pemuja budha. Banyak hal yang berbau mistis di dalamnya, mulai dari adanya suara dari angkasa, kertajaya yang lenyap naik ke angkasa, dan juga asal usul Ken Arok. Pararaton juga dianggap sebagai peninggalan majapahit akhir, sementara berdasarkan hasil akhir ditulis pada tahun 1535 S atau    1623 M, dan itu adalah masa pemerintahan mataram islam.

Di buku ini juga disebutkan mengenai beberapa kali gunung meletus, antara lain tahun 1343 S, 1373 S, 1386 S, 1403 S. Jadi ingin tahu gunung apa yang meletus ini, kalau melihat situasi yang ada sekarang, saya sih menebaknya gunung kelud atau bromo yang dekat dengan Majapahit, kemudian ada bencana kelaparan tahun 1348 S  dan peristiwa gempa bumi tahun 1372 S. Hal ini bisa menjadi acuan pada zaman ini mengenai gunung gunung dan bencana gempa bumi yang pernah terjadi di Nusantara dulu, mengingat catatan gunung meletus umumnya setelah Belanda masuk ke Indonesia atau di atas tahun 1600 masehi.
 Walau banyak yang mungkin kurang cocok dengan sumber lain, disamping menggunakan ejaan kuno yang agak sukar untuk dipahami sekarang (bagi saya) tapi sebagai sumber sekunder, maka pararaton bisa menjadi petunjuk mengenai silsilah Singasari dan Majapahit, disamping kisah bunuh membunuh dalam perebutan kekuasaan yang sangat seru dalam dinasti singasari. Selamat membaca buku ini, salam

No comments:

Post a Comment