Labels

Tuesday, August 11, 2015

Sekolah Swasta untuk Kaum Miskin



Judul buku                          : Sekolah untuk kaum miskin, pelajaran menakjubkan dari masyarakat paling miskin di Dunia
Pengarang                          : James Tooley
Penerbit                              : PT. PUstaka Alfabet Jakarta
Tahun terbit                       : Cetakan ke-1 Februari 2013
Jumlah halaman               : 476 halaman
               
Sekolah untuk orang miskin, apakah itu realistis? Dalam bayangan kita melihat judul di atas pasti berpikir bahwa sekolah itu pasti disediakan oleh Negara, sama kasusnya di Indonesia bahwa sekolah negeri itu murah dan berkualitas sehingga minat masyarakat sangat tinggi, tapi ternyata sekolah yang dimaksud oleh James Tooley bukanlah sekolah negeri, melainkan sekolah swasta. Hal ini berdasarkan penelitian dan pengamatannya di India, Nigeria, Ghana, Tiongkok dan Zimbabwe.
                Sekolah Swasta? Bagaimana bisa mereka menyediakan pendidikan untuk orang miskin? Yang benar saja ! sekolah swasta pasti hanya bertujuan untuk orang kelas menengah ke atas dan mereka tidak akan peduli dengan masyarakat miskin. Itulah yang akan ada dalam pikiran banyak orang termasuk kita dan para pakar pembangunan. Tapi sekali lagi, penelitian James Memutar balikkan semua itu, dan pengamatannya dilakukan pada awal 2000an, jadi masa yang masih relevan pada masa sekarang.
Sekolah swasta ternyata berkembang pesat di berbagai Negara miskin di India dan Afrika. Namun para pakar pembangunan menolak itu semua, mereka beralasan bahwa tidak mungkin ada sekolah seperti itu. Hal ini ternyata dikarenakan para pakar ibarat menara gading yang tidak pernah mendatangi berbagai tempat kumuh yang banyak tersebar di Negara Negara miskin, padahal di berbagai kawasan kumuhlah banyak muncul sekolah swasta yang bertujuan untuk melayani kaum miskin di sana, misalnya di Hyderabad india , kota kumuh Makoko , kota Ga, di Ghana dan lain sebagainya.

Kemudian menjadi pertanyaan, apakah mereka diminati? Ternyata jawabannya adalah ……. YA! Mereka sangat diminati oleh kaum miskin di sana. Bagaimana bisa mereka menyuka sekolah swasta yang membayar daripada sekoah negeri yang gratis dan murah para pakar pembangunan di berbagai Negara tersebut kemudian menolak bahwa mereka orang miskin. Kembali lagi karena mereka percaya bahwa orang miskin tidakmungkin bisa sekolah swasta dan pasti masuk sekolah negeri.
James kemudian melihat dan melakukan wawancara. Berbagai alasan kenapa orang tua menyekolahkan anak anaknya ke sekolah swasta, bahkan memindahkan kembali dari sekolah negeri ke sekolah swasta. Berbagai alasan yang dulu juga saya temukan di Indonesia atau lebih tepatnya sewaktu saya masih sekolah dulu (saya kuliah tahun 2000an). Beberapa alasan adalah, orangtua melihat anak anak mereka tidak mendapatkan apapun di sekolah negeri, dan banyak guru negeri yang membolos atau datang terlambat, atau jarang masuk . mereka jarang memberikan pelajaran kepada murid murid, hanya banyak mencatat saa dan anak anak kemudian bermain. Bahkan ada kasus kasus yang dilihat sendiri oleh James bagaimana guru guru negeri itu tidak masuk kelas dan hanya memberikan catatan dan mereka sibuk membaca surat kabar atau ngobrol. Ada kasus dimana guru tersebut tidak bisa berbahasa local dan selalu berbicara bahasa inggris (kebetulan di Negara tersebut Negara inggris menjadi pengantar dan beliau guru bahasa inggris) . banyak guru negeri yang tidak pernah tahu dan mendatangi kawasan kawasan kumuh tempat murid murid mereka tinggal. Orang tua merasa bahwa anak mereka tidak diperhatikan dengan baik. Sangat berbeda dengan sekolah swasta walau mereka membayar (dengan biaya yang murah) namun mereka punya kuasa dan bisa melakukan protes . kepala sekolah berusaha agar bis amemberikan yang terbaik bagi murid muridnya, karena jika menurut orang tua , sekolah tidak memberikan yang terbaik maka mereka akan memindahkan anak mereka ke sekolah lain dan itu sama asaja dengan kematian sekoalh tersebu. Oleh karena itu sekolah sangat ketat dalam hal pembelajaran. Guru benar benar mengajar dengan baik dan tidak akan berani membolos , karena membolos atau datang terlambat sangat besar kemungkinan maka akan mendapatkan teguran bahkan bisa di berhentikan.
Bagaimana di sekolah negeri? Kasusnya sangat sama dengan Indonesia. Guru guru negeri digaji berkali kali lipat dari guru swasta namun secara pembelajaran sangat rendah karena guru guru berada di zona nyaman. Apabila guru melakukan pelanggaran (bahkan ada kasus berat dimana guru menghamili murid) maka mereka hanya akan dimutasi ke sekolah lain, tidak akan bisa diberhentikan karena mereka tidak memiliki wewenang. Guru guru negeri memiliki etos kerja yang rendah, sangat berbeda dengan sekolah swasta guru guru memiliki etos kerja tinggi karena jika buruk mereka akan di pecat. Sungguh sangat ironis karena secara umum guru guru negeri di Negara Negara tersebut umumnya memiliki kualifikasi pendidikan yang baik yang disyaratkan oleh pemerintah, hal yang tidak dimiliki oleh guru swasta. Begitu juga banyak sekali di sekolah negeri dimana guru guru memperlakukan murid murid mereka dengan tidak manusiawi. Mulai dari kekerasan hingga penghinaan karena berasal dari keluarga miskin sering terjadi. Sementara itu yang namanya gethok tular menjadi hal yang sangat kuat, dimana orang tua akan selalu membandngkan pendidikan anaknya dengan anak anak di sekitarnya.. kala mereka merasa bahwa anak mereka tidak akan mendapatkan apapun di sekolah swasta maka mereka akan mengeluarkannya untuk dipindahkan di sekolah swasta atau membantu mereka bekerja. Sekedar contoh di Afrika (saya lupa ini di Ghana atau Nigeria) hari sudah siang tapi anak anak masih bermain di luar  dari pagi sementara anak anak lain di sekolah swasta sibuk belajar di kelas, hal yang membuat orang tua dengan segera bergegas mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut.
Berbagai pemerintah, misalnya India membuat suatu aturan agar sekolah swasta bisa berdiri yang aturan itu tidak mungkin bisa dimiliki oleh sekolah swasta, misalnya memiliki lapangan bermain seluas lapangan sepak bola, atau adanya toilet di sekolah di Afrika, dan untuk menyelesaikan semua itu, sama halnya di Indonesia, maka suap menyuap menjadi hal yang umum agar mereka bisa survive.  Untuk menguatkan hasil pengamatannya maka james Tooley melakukan penelitian di berbagai Negara tersebut dan hasilnay sagat mencengangkan, kualitas pembelajaran secara umum di afrika lebihbaik sekolah swasta daripada sekolah negeri.
Kasus yang berbeda adalah di Tiongkok dimana mereka muncul sekolah swasta akibat jaraknya yang sangat terpencil dan jauh dari sekolah negeri terdekat sehingga muncul sekolah swasta dan inipun juga tidak diketahui (atau disembunyikan datanya) oleh pejabat pemerintah.  Para pakar pembangunan selalu berfokus pada pembangunan dan bantuan bagi berbagai sekolah negeri di berbagai Negara miskin tapi faktanya, ada banyak kasus korupsi yang membuat tidak semua dana bantuan dari lembaga NGO atau Negara hilang tanpa jejak.
Jadi ingat dulu waktu sekolah negeri, guru guru sering tidak mengajar, sibuk memberikan catatan yang dituliskan murid kemudian guru sering meninggalkan kelas, guru yang kurang memerhatikan murid menurut saya.  Untunglah sekarang sudah mengalami perubahan yang drastic , karena saya melihat terjadi peningkatan kualitas guru dan pembelajaran di kelas. Dan ingat, penelitian oleh James dilakukan bersamaan dengan saat di Indonesia perbaikan pendidikan masih terjadi dan saat saya masih sekolah tentunya jadinya masih relevan waktu itu, hamper hampir sama. Bagaimana di kelas itu bisa sampai 50 siswa (sekarang hanya 30an aja di sekolah negeri), hal yang menjadi pemikiran dari orang tua siswa miskin bahwa semakin besar jumlah siswa dalam kelas maka anak mereka akan semakin di perhatikan.
Orang tua dari kelaum miskin dianggap bodoh dan mau diperalat oleh sekolah swasta tapi dari hasil enelitian dan wawancara james menunjukkan bahwa mereka tidak bodoh melainkan justru sangat peduli terhadap pendidikan anak anak mereka karena harapan besar anak anak mereka bisa mengentaskan kemiskinan. Sekolah swasta juga sangat respon dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan orang tua, bukansekedar memaksakan kurikulum. Misalnya di sekolah negeri menggunakan bahasa pengantar local, di sekolah swasta bisa mengajarkan bahasa inggris sebagai pengantar juga karena orang tua melihat bahwa bahasa inggris adalah bahasa utama di dunia.
Yah, itulah yang saya ingat mengenai buku ini, mengingat bukunya sangat tebal, maka saya sarankan bagi yang peduli dengan pendidikan untuk juga membaca buku ini. Akhir kata selamat membaca.

No comments:

Post a Comment