Labels

Thursday, February 12, 2015

Kapan kawin? Sabar dunk




Kemarin saya menonton film Kapan Kawin di premiere Mandala Malang. Mungkin karena saya belum kawin sih, jadi tergoda untuk menontonnya hahahahha.  Penonton sih bisa dihitung , sekitar 20 an, sangat sedikit, jadi bisa ketebak bahwa film ini bakal tidak bertahan lama di bioskop Malang, ya semoga tulisan ini bisa membantu pembaca untuk tertarik menontonnya.
Saya sangat menyukai Ardnia Wirasti dan Reza Rahardian sebagai bintang utama film ini, keduanya menurut saya merupakan pemeran yang berkualitas, jadi filmnya juga pasti tidak mengecewakan (setidaknya menurut saya lho)
Film ini diawali dengan telepon dari bapak dan Ibu Dinda yang selalu saja menanyakan kapan Anaknya si Dinda alias Didi untuk segera kawin sementara usinya sudah 33 tahun, usia yang sudah sangat rawan. Si Dinda akhirnya mencari seorang pacar sewaan agar bisa menyenangkan hari orang tuanya, akhirnya dipilihlah si Satrio, seorang actor jalanan yang aneh dan idealis. 

Thursday, February 5, 2015

Mengintintip Kehidupan seks para paus



Judul buku :                                  : Rahasia kehidupan seks para paus
Pengarang                                          ; Nigel Cawthorne
Penerbit                                              : Alas Publishing
Tahun terbat                                      : Februari 2007
Jumlah halaman                               : 284 Halaman
               
Judul bukunya sangat bombastis, dan pasti akan mengundang penasaran siapapun yang sekedar membaca judul bukunya, termasuk saya  yang melihat judulnya di perpustakaan umum. Saya langsung teringat pada pelajaran agama saya waktu masih SMA, bagaimana munculnya Kristen protestan karena situasi gereja saat itu, dan mungkin begitu saya menghubungkan dengan judul buku ini, ada hubungannya dengan protes yang dikemukakan oleh Martin Luther.
                Buku ini menceritakan bagaimana kehidupan seks para paus yang ada. Sebagai seorang pemimpin agama yang sekarang selibat, tentu saja orang menjadi penasaran seperti apa kehidupan paus zaman dulu, apakah benar benar selibat?
Memang paus tidak ada yangmenikah secara resmi, tapi mulai awal munculnya hingga munculnya protestan, Paus sudah biasa memiliki gundik dan wanita simpanan, tidak ada yang resmi. Kehidupan di Dalam gereja benar benar penuh dengan intrik, seks dan uang. Paus dan cardinal serta pendeta berlumba lumba untuk menumpuk kekayaaan sebanyak banyaknya bahkan untuk menjadi seorang paus pun bisa dengan menyogok para cardinal, atau para cardinal yang bisa memiliki posisi sebagai seorang cardinal melalui sogokan atau Karen ada hubungan darah dengan Paus, entah saudara atau anak anaknya (dan ini banyak terjadi) atau justru pasangan gay sang paus.

Friday, January 23, 2015

Ramayana, kisah Rama menyelamatkan Sinta

Judul buku                          : Ramayana
Pengarang                          : C. Rajagopalachari
Penerbit                              : IRCiSod Yogyakarta
Tahun terbit                       : Cetakan IV, Juni 2011
Tebal halaman                   : 518 Halaman

Sudah lama saya sangat ingin membaca kisah klasik dari India Ramayana, sebenarnya juga Mahabarata, tapi karena waktu yang sangat terbatas , maka begitu dapat buku Ramayana, langsung saya baca, karena saya percaya, kisah Ramayana tidak sekadar sebuah kisah, tapi memiliki banyak pesan moral di dalamnya

                Kisahnya sendiri dimulai dari Dasarata yang tidak memiliki anak dari tiga permaisurinya. Akhirnya Dasarata melakukan upacara persembahan kuda untuk meminta putra, dan akhirnya dari Dewi kausalya, lahir rama, Dewi Sumitra melahirkan Lesmana dan Satruguna serta Dewi Kaikeyi melahirkan Barata.
Kehidupan keluarga berlangsung dengan baik , termasuk Rama yang dinikahkan dengan putrid raja janaka, yaitu Sinta atau janaki. Konflik baru dimulai kala Dasarata ingin mengangkat Rama untuk menjadi yuwaraja atau putra mahkota. Dewi kaikeyi yang menganggap rama sebagai anaknya sendiri di hasut oleh dayang bongkok bernama Mantara. Mantara menghasut kaikeyi bahwa setelah Rama nak tahta maka hidupnya akan sengasara dan barata akan dibunuh agar tidak ada pesaing.

manjali dan cakrabirawa, kisah candi calonarang



Judul Buku                                          : Manjali dan Cakrabirawa
Pengarang                                          : Ayu Utami
Tahun terbit                                       : Cetakan pertama , Juni 2010
Penerbit                                              : KPG Jakarta
Jumlah halaman                               : 251 halaman
                Akhirnya melanjutkan membaca seri seri buku karya Ayu Utami yang lain, setelah membaca Saman dan Larung yang sangat menancap di hati saya dulu, diikuti dengan pengakuan parasit lajang dan eks parasit lajang, pengakuan cinta enricho, disusul bilangan Fu, dan Lalita, maka buku ini menjadi buku kedelapan yang saya baca. Harusnya sih saya membaca buku ini dulu baru lalita sebagai bagian dari 12 seri bilangan fu, tapi karena dulu saya asal ambil buku, maklum penggemar karya Ayu Utami, maka ya saya tidak mengurutkan.
Buku ini merupakan satu rangkaian dengan bilangan fu serta lalita, menceritakan Marja, Sandi Yuda dan Parang jati, ketiga sahabat yang juga saling mencintai. Pada buku ini cerita berfokus pada penemuan sebuah candi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa timur, dimana parangjati dan Marja mendatangi tempat tersebut untuk melihat secara jelas candi yang dianggap merupakan candi Calon Arang, sosok wanita yang merupakan ratu penguasa ilmu hitam pada zaman Airlangga berkuasa.

Sunday, January 18, 2015

tragedi 98, sepenggal peristiwa reformasi 98 di Indonesia



Hari kamis siang, mau nonton premiere film di balik 98, di Mandala , salah satu bioskop di Malang. Tapi waktu sudah pukul tiga lebih, dan film sudah main 10 menitan, maka akhirnya memilih menonton pada jam 17.20. Waktu beli tiket, yang pesan jam segitu masih sangat sedikit jadi langsung mencari posisi yang enak, waktu itu mikirnya film ini pasti yang menonton sedikit karena yang pesan untuk tayangan jam 15.20 masih sedikit. Ditambah lagi film ini meurutku agak agak berat di tangan seorang sutradara yang baru menyutradarai film setelah sebelumnya malang melintang di dunia perfilman, Lukman Sardi.

Tapi waktu terus merambat , dan saya menunggu dengan membaca bukunya Nujood, seorang gadis yang jadi janda di usia 10 tahun. Aneh juga membaca buku di tengah keramaian seperti ini sementara yang lain sibuk dengan gadget mereka kalau sedang bĂȘte, mungkin karena saya sedang menonton sendiri jadi tidak ada halangan, bisa focus membaca buku selama kurang lebih dua jam tanpa ada gangguan.

Friday, January 16, 2015

Nujood, potret kehidupan gadis desa di Yaman



JUDUL Buku                       : Saya Nujood, usia 10 dan janda
Pengarang                          : Delphine Minoi
Tahun terbit                       : cetakan 7, 2013
Penerbit                              : PT Pustaka Alvabet Tangerang

                Apa yang kita pikirkan kalau mengetahui seorang gadis di bawah umur adalah seorang janda? Hmmm suatu hal yang aneh jika di Indonesia, tapi hal yang lumrah terjadi di belahan dunia yang lain seperti yang ada di buku ini.Buku ini kisah nyata yang dialami oleh  Nujood, gadis Yaman yang dipaksa untuk menikah saat usia 10 tahun oleh orang tuanya dengan setting tahun 2008 saat terjadi perceraian itu.

Buku ini menceritakan sekilas bagamana kondisi Yaman saat itu, tradisi yang berkembang,kehidupan di desa dan kota serta kehidupan social masyarakat di Sana a, ibukota Yaman, dimana kaum miskin begitu banyak.Negara Yaman merupakan salah satu Negara timur tengah yang penduduknya sangat miskin, sangat berbeda jauh dengan Arab Saudi, hal yang memunculkan keinginan banyak orang muda Yaman untuk mengadu nasib di Arab Saudi.
Keluarga Nujood pergi dari desanya Khardji karena suatu pertikaian dengan aggota desa , menuju Ke Sana, ibukota Yaman. Di sana keluarga mengalami hidup yang sangat pelik karena susahnya mencari pekerjaan sehingga banyak anggota keluarga yang menjad pengemis agar bisa bertahan hidup, kehidupan yang tidak dialami sebelumnya waktu masih di desa.

Tuesday, January 13, 2015

jejak langkah, usaha munculnya organisasi modern pertama di Jawa



Judul Buku          : Jejak langkah
Pengarang          : Pramoedya Ananta Toer
Tahun terbit       : Jakarta 1985
Penerbit              : Hasta Mitra
Tebal halaman   : 464 halaman
              
  Akhirnya selesai juga membaca novel ini setelah tertunda sekian tahun, karena melihat tebalnya buku dan nama pramoedya Ananta toer yang terkesan sangat berat isinya. Sudah membaca seri pertama dan kedua, tapi sudah lupa, pada seri yang ketiga ini, cerita difokuskan pada pembentukan organisasi modern.
                Minke, sang tokoh bertemu dengan wanita Cina asli , Ang San Mei yang melarikan diri dari Tiongkok ke Hindia. Sang wanita yang kemudian menjadiistrinya. Ang San Mei ternyata seorang pejuang yang sangat gigih terhadap bangsanya, di saat yang sama muncul organisasi Tionghoa di Hindia yaitu Tionghoa Hwee Koan (THHK) yang bertujuan untuk mencerdaskan generasi muda tionghoa di Hindia. Disaat yang sama kaum pribumi masih terlena dengan kehidupannya, kaum priyayi yang masih mementingkan dirinya sendiri dan menjadi hamba dari kaum colonial.