Labels

Friday, March 27, 2015

grafologi,membaca karakter orang melalui tulisan tangan



Judul Buku                          : Bedah lengkap grafologi
Pengarang                          : Dwi Sunar Prasetyono
Penerbit                              : Diva press Yogyakarta
Tahun terbit                       : Cetakan ke 8 Oktober 2012
Jumlh halaman                  : 231 halaman
Bagaimana bisa mengetahui kepribadian orang? Harus bergaul akrab dengannya? Kalau gak kenal bagamana? Harus banyak mendengar masukan dari orang orang di sekitarnya. Kalau gak kenal sama sekali? Maka kita harus melihat dari tulisan tangannya.
Mengapa bisa begitu? Karen tulisan tangan memberikan banyak informasi mngenai karakter dan kepribadian orang tersebut. Alam bawah sadar manusia menjelaskan semuanya melalui tulisan tangan, walau tidak seratus persen tepat namun 90% analisis mengenai tulisan tangan sangat akurat. Analisis tulisan tangan sudah dkenal sejak zaman dulu, mulai dari zaman tiongkok kuno sudah dipelajari cara penulisan seperti ini.

Monday, March 23, 2015

pararaton, silsilah Singasari dan Majapahit



Judul buku                          : Pararaton (teks bahasa kawi dan terjemahan dalam bahasa indonesia
Pengarang                          : -           (tidak ada pengarangnya)
Penerjemah                         : Ki J. Padmapuspita
Penerbit                              : Taman Siswa Yogyakarta
Tahun terbit                       : 1966
Tebal halaman                   : 93 halaman
doc. pribadi
Akhirnya membaca  juga hingga selesai buku pararaton yang menjadi salah satu rujukan sejarah Singasari dan Majapahit. Buku ini bukanlah sumber primer, melainkan sumber sekunder. Hal ini dikarenakan tidak diketahui siapa pengarangnya dan isinya banyak yang berbau mistis misalnya Ken Arok merupakan anak dewa.
Ken Arok merupakan anak yang lahir dari Gajahpara dan Ken Endok. Saat lahir Ken Arok dibuag ke kuburan, karena Gajahpara meninggal setelah menceraikan Ken Endok. Batara guru sudah menitahkan Ken Endok agar jangan bergaul dengan suaminya dulu selama masih hamil,atau suaminya akan mati, namun gajah para nekat sehingga Ken Endok minta cerai karena takut terhadap kutukan Batara Guru.
Ken Arok akhirnya ditemukan oleh Lembong, seorang pencuri. Ken Arok dididik menjadi pencuri, namun Ken Arok suka berjudi sehingga harta lembong  dan harta Ken Endok habis, bahkan kerbau yangdigembalakannya milik Tuan lebak hilang,sehingga Ken Arok melarikan diri ke Kapundungan, kemudian berlindung kepada Bango Samparan.

Saturday, March 21, 2015

Sriwijaya, pro dan kontra dimata para ahli



Judul buku                                          : Sriwijaya
Pengarang                                          : Slamet Muljana
Penerbit                                              : Lkis Yogyakarta
Tahun terbit                                       : Cetakan 1 Februari 2006
Tebal halaman                                   : 306 halaman
Buku ini memang berjudul Sriwijaya, tapi di dalamnya tidak sekedar menceritakan tentang Sriwijaya namun juga wilayah wilayah lain yang terkait dengan Sriwijaya. Saya tertarik membaca buku ini juga karena kebetulan saya mngajar materi tentang Sriwijaya sehingga saya tertrik dengan judulnya. Awalnya saya akan membaca sejarah Sriwijaya secara runtut, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Buku ini berisi tentang sriwijaya dari berbagai pendapat para ahli yang saling bertentangan, jadi tidak pendapat umum seperti layaknya buku pelajaran yang biasa kita baca sehingga akan susah untuk mencerna isi buku ini. Apalagi isi pendapat para ahli sangat bertentangan satu dengan yang lain dengan dasar dasar teori yang dimiliki, atau bisa jadi pendapat seorang pakar dalam kurun waktu tertentu akan mengalami perubahan 10 tahun kemudian berikutnya, sehingga membuat kita sebagai pembaca harus cermat datanya seperti apa. Para ahli yang digunakan untuk menjelaskan data tentang sriwijaya dalam buku ini cukup banyak, mulai dari De Casparis, Krom, Moens, Majumdar, Nilakanta Santri serta Takasusu. Karena banyaknya pendapat pakar yang dibahas dalam buku ini walau sang penulis memberikan kesimpulan pendapatnya sendiri, pembaca awam bisa jadi akan bingung dan kaget karena pendapat para ahli tersebut sangat berbeda dengan keyakinan yang sudah kita percayai selama ini. Hal ini bukanlah suatu hal yang mengejutkan karena sejarah di buat tentu saja disesuaikan demi kepentingan penguasa dan pemerintah suatu bangsa, maka kebenaran sejarah sendiri bisa jadi akan subjektif. Tapi kita membaca ini hanya untuk menambah wawasan saja, bukan untuk memercayai. Saya sebagai guru menggunakan acuan dari pemerintah yang pasti sudah memertimbangkan baik buruknya menggunakan salah satu teori yang digunakan serta kebenaran teori tersebut.

Tuesday, March 17, 2015

Geger Pacinan, Perang Jawa abad 18



Judul buku                        : Geger Pacinan 1740-1743
Pengarang                        : Darajadjadi
Penerbit                           : PT. Kompas Media Pratama Jakarta
Tahun terbit                      : 2013
Jumlah halaman                 : 293 halaman
Buku ini sebenarnya sudah selesai dibaca sebulan yang lalu, tapi baru sempat untuk dibuat sinopsisnya pada bulan Maret ini. Membac a buku ini juga karena saya harus menjelaskan pemberontakan Tionghoa dalam materi Sejarah Indonesia kelas 11 kurikulum 2013.

Buku ini menjelaskan latar belakang pemberontakan Tionghoa di Batavia, yang kemudian meluas di Jawa, bagaimana para bupati mendukung pemberontakan ini, pura-pura  mendukung Batavia namun kenyataannya juga mendukung pemberontakan ini. Bagaimana Paku Buwono II yang semula mendukung pemberontakan ini berbalik mendukung VOC karena kuatir dengan posisisnya sebagai raja akan digantikan oleh para pangeran lain.

Wednesday, March 11, 2015

Rumah Kaca, pentingnya pengarsipan pada masa kolonial



Judul                                     : Rumah Kaca
Pengarang                          : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit                              Lentera Dipantara Jakarta Timur
Tahun terbit                       September 2006
Jumlah halaman               : 646 halaman
               
Akhirnya menyelesaikan buku tetralogi dari pramoedya ananta toer (PAT). Jika ketiga buku sebelumnya yang menjadi tokoh utama adalah aku, si Minke, maka pada buku yang keempat ini yang menjadi tokoh utama adalah Pangemanann, seorang komisaris polisi.
Di Buku ketiga, Jejak langkah, Minke ditangkap oleh Pangemanann dan diasingkan di ambon, maka buku ke empat ini menceritakan bagaimana Pangemanann yang naik tingkat menajdi anggota dari Algemenee Secretary (AS), dewan yang berpengaruh terhadap nasihat nasihat yang dberikan kepada Gubernur jenderal, atau disini dsebut sebagai tuan besar., posisi yang sebelumnya dijabat oleh De lange namun bunuh diri di ruangan kerjanya (sudah muncul di buku buku sebelumnya, namun baru diketahui bahwa dia menduduki posisi penting d buku ke empat ini)

Thursday, February 12, 2015

Kapan kawin? Sabar dunk




Kemarin saya menonton film Kapan Kawin di premiere Mandala Malang. Mungkin karena saya belum kawin sih, jadi tergoda untuk menontonnya hahahahha.  Penonton sih bisa dihitung , sekitar 20 an, sangat sedikit, jadi bisa ketebak bahwa film ini bakal tidak bertahan lama di bioskop Malang, ya semoga tulisan ini bisa membantu pembaca untuk tertarik menontonnya.
Saya sangat menyukai Ardnia Wirasti dan Reza Rahardian sebagai bintang utama film ini, keduanya menurut saya merupakan pemeran yang berkualitas, jadi filmnya juga pasti tidak mengecewakan (setidaknya menurut saya lho)
Film ini diawali dengan telepon dari bapak dan Ibu Dinda yang selalu saja menanyakan kapan Anaknya si Dinda alias Didi untuk segera kawin sementara usinya sudah 33 tahun, usia yang sudah sangat rawan. Si Dinda akhirnya mencari seorang pacar sewaan agar bisa menyenangkan hari orang tuanya, akhirnya dipilihlah si Satrio, seorang actor jalanan yang aneh dan idealis. 

Thursday, February 5, 2015

Mengintintip Kehidupan seks para paus



Judul buku :                                  : Rahasia kehidupan seks para paus
Pengarang                                          ; Nigel Cawthorne
Penerbit                                              : Alas Publishing
Tahun terbat                                      : Februari 2007
Jumlah halaman                               : 284 Halaman
               
Judul bukunya sangat bombastis, dan pasti akan mengundang penasaran siapapun yang sekedar membaca judul bukunya, termasuk saya  yang melihat judulnya di perpustakaan umum. Saya langsung teringat pada pelajaran agama saya waktu masih SMA, bagaimana munculnya Kristen protestan karena situasi gereja saat itu, dan mungkin begitu saya menghubungkan dengan judul buku ini, ada hubungannya dengan protes yang dikemukakan oleh Martin Luther.
                Buku ini menceritakan bagaimana kehidupan seks para paus yang ada. Sebagai seorang pemimpin agama yang sekarang selibat, tentu saja orang menjadi penasaran seperti apa kehidupan paus zaman dulu, apakah benar benar selibat?
Memang paus tidak ada yangmenikah secara resmi, tapi mulai awal munculnya hingga munculnya protestan, Paus sudah biasa memiliki gundik dan wanita simpanan, tidak ada yang resmi. Kehidupan di Dalam gereja benar benar penuh dengan intrik, seks dan uang. Paus dan cardinal serta pendeta berlumba lumba untuk menumpuk kekayaaan sebanyak banyaknya bahkan untuk menjadi seorang paus pun bisa dengan menyogok para cardinal, atau para cardinal yang bisa memiliki posisi sebagai seorang cardinal melalui sogokan atau Karen ada hubungan darah dengan Paus, entah saudara atau anak anaknya (dan ini banyak terjadi) atau justru pasangan gay sang paus.