Labels

Monday, November 23, 2020

KISAH PENGUSIRAN SETAN DARI REGAN MACNEIL



Judul                                     : The Exorcist

Pengarang                          : William Peter Blatty

Tahun terbit                       : cetakan 1, Mei 2013

Penerbit                              : PT Serambi Ilmu Semesta , Jakarta

 

Akhirnya aku membuat resensi buku lagi sesudah lebih dari 2 tahun tidak membaca buku di luar buku pelajaran sekolah. Novel The Exorcist terbit pertama kali tahun 1971 dan langsung menjadi buku laris versi The new York Times. Hal ini lah yang membuat saya (dulu) tertarik membeli bukunya. Keberhasilan novel ini membuatnya diangkat menjadi film di tahun 1973.

Langsung saja, saya ingin membahas buku yang menceritakan tentang novel pengusiran setan yang terjadi pada Regan Macneil, gadis berusia 12 tahun dengan setting di Amerika di tahun 1940an. Si tokoh utama yaitu Chris Maceil merupakan seorang artis dengan status janda beranak satu yaitu Regan dan dia tinggal bersama dua pembantunya, sepasang suami istri Karl dan Willie Engstrom serta sekretarisnya, yaitu Sharon.

Regan diceritakan mulai mengalami hal-hal aneh, mulai mendengar suara suara, ketukan ketukan di pintu, nilai matematikanya yang cenderung merosot juga adanya teman kayalan, yaitu kapten Howdy. Awalnya Si Chris ini tidak terlalu ambil pusing. Apalagi menurut dokter anak, itu semacam gangguan kepribadian aja, tapi makin lama makin parah gangguannya, sehingga dia dirujuk ke Dr. Saraf. Di sana , dokter saraf pun tidak bisa menjelaskan fenomena fenomena aneh  dengan jawaban yang memuaskan setelah melakukan serangkaian tes kejiwaan dan klinis hingga pada suatu titik dia di diarahkan untuk menemui Pastor Kassar.

Sang pastor sendiri merupakan pastor dari Yesuit tapi juga merangkap sebagai psikiater. Dia berusaha menjawab semua fenomena yang terjadi pada diri Regan dengan kacamata ilmiah. Mulai dari perubahan suara pada diri Regan, ekspresi wajah, cara bicara Regan yang kadang seperti orang dewasa, dirinya yang bisa naik turun dari tempat tidurnya, hingga kata kata cabul yang terus menerus dikatakan Regan kepada orang lain. Namun, Ibunya, chris, merasa ada sesuatu yang tidak bisa di dijelaskan terkait kondisi putrinya , walau dia sendiri adalah seorang atheis.

Situasi menjadi semakin rumit kala teman Chris yang juga seorang sutradara, Burke Denning, meninggal terjatuh dari anak tangga dekat rumah chris dengan posisi kepala terputar 180 derajat. Hal yang sukar terjadi pada diri manusia kalau bukan karena suatu pembunuhan dengan seseorang yang memiliki kekuatan yang luar biasa.  Tapi bukti bukti yang ditemukan oleh William Kinderman, sang detektif pembunuhan, mengarah kepada Regan, gadis cilik yang secara logika susah untuk melakukan hal tersebut.

Hingga pada suatu titik , Pastor Damien Karras mengambil keputusan bahwa yang dihadapi memang roh jahat dan diperlukan pengusiran roh jahat alias eksorsist. Pihak Novisial gereja mengambil keputusan untuk mengirim Merrin membantu Karras mengusir Roh jahat yang ada dalam diri Regan. Merrin adalah pastor tua yang memiliki pengalaman dalam pengusiran roh jahat walau dulu hampir merenggut nyawanya.

Membaca novel ini memang ada beberapa point yang aku pertanyakan. Apakah memang otoritas Katolik memberikan syarat yang ketat sebelum mengatakan bahwa seseorang kerasukan roh jahat? Mengingat akusebagai pemeluk Kristen, kalau liat pas KKR gitu, kita langung bisa tahu apakah seseorang itu kerasukan atau stress. Begitu banyak list yang harus dipenuhi oleh Karras dalam pengamatan terhadap Regan sebelum akhirnya mengambil keputusan mengenai Regan. Apalagi beberapa kali Karras dengan mudah menolak adanya eksorsist, dan terus menerus mengarahkan pada Chris untuk membawa anaknya ke Dokter jiwa. Karras sendiri memberikan sedikit informasi bagaimana otoritas gereja mengatakan bahwa berbagai kasus kasus di masa lampau tahun 1500an, yang dianggap sebagai kerasukkan sebenarnya membutuhkan bantuan dokter bukan pastor.

Pastor Karras sendiri adalah orang yang secara kejiwaan bermasalah dalam hidupnya. Dia terus menerus merasa bersalah karena menjadi pastor dan meninggalkan ibunya sendirian dalam kemiskinan dan akhirnya meninggal dunia. Perasaan  bersalah yang memengaruhi kejiwaan sehingga sangat berbahaya bagi greja apabila membiarkan dirinya sendirian mengatasi masalah kerasukan Regan.

Kehadiran Kinderman sebagai detektif pembunuhan awalnya mengarahkan saya adanya ritual okultisme terkait dengan kerasukannya Regan dan tewasnya Dennings . Namun, sampai akhir buku, aku tidak bisa menemukan keterkaitan ritual Misa Hitam dengan kasus Regan. Padahal di awal awal, Pembahasan mengenai ritual Misa Hitam  yang dilakukan oleh oknum-oknum pastor Katolik sangat kuat. Entahlah, aku merasa secara tersirat Karras terlibat dengan ritual ini mengingat kekecewaannya terhadap gereja dan dirinya sendiri dalam kehidupan pribadinya.

Kemudian aku bertanya, bagaimana roh jahat bisa di usir dari tubuh seseorang kalau dirinya sendiri tidak percaya akan adanya TUhan? Mau tidak mau pedapat pribadiku masuk. Dalam imanku, begitu seseorang dilepaskan dari roh jahat, agar roh itu tidak kembali lagi ke tubuhnya, maka dalam dirinya harus diisi oleh hal lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau tidak diisi oleh otoritas lain, maka roh jahat akan kembali lagi. Sementara Chris adalah ateis dan dia tidak mengajarkan agama pada Anaknya, dan menentang Sharon membicarakan agama terhadap Regan.

Diluar kritikan yang aku utarakan, untuk suatu hiburan bacaan, maka novel ini cukup menghibur dan layak dibaca kok. Sifatnya juga ringan. Akhir kata, selamat membaca

 

 

 

No comments:

Post a Comment