Labels

Sunday, March 6, 2016

berdamai dengan diri sendiri




Judul buku                                   : Berdamai dengan diri sendiri
Pengarang                                   : SDW Candra Sangkala
Penerbit                                       : Diva Press Yogyakarta
Tahun  terbit                                 : Januari 2010
Tebal halaman                            : 246 halaman

Berdamai dengan diri sendiri. Penasaran saya ingin tahu berdamai yang seperti apa, maka saya ambil buku ini dari rak buku perpustakaan untuk saya baca. Dari yang say abaca dapat saya simpulkan bahwa kita harus bisa menerima diri apa adanya, tidak cenderung memaksakan diri untuk hal yang tidak sesuai dengan kita. Semakin banyak pertentangan dalam diri yang ada justru makin karuan dan amburadul.

Manusia cenderung tidak mau berdamai dengan diri sendiri karena mengikuti pemahaman orang lain, terutama yang berkaitan dengan kesuksesan. Jika banyak orang menganggap sukses adalah punya materi dan yang lain kemudian kita terjbak dalam pemikiran seperti itu maka kita berusaha sekuat tenaga memenuhi standar orang lain. Jika tidak mampu terpenuhi maka kita menjadi stress karena target sukses seperti orang lain tidak terpenuhi.  Orang akhirnya akan menghalalkan segala cara agar menjadi sukses. Kita sering terjebak pada pemahaman by product daripada management by process. Pemahaman yang pertama menekankan pada hasil lebih tinggi sebagai dasar penilaian (tidak peduli bagaimana caranya). Kita harusnya blejar untuk melihat proses bagaimana orang yang berhasil dalam hidupnya tidak di dapat secara instan tapi membutuhkan perjuangan yang sangat berat dan panjang.
buku ini mengajarkan mengenai sepuluh unsure kepribadian yang sukses baik dari segi keuangan maupun prestasi mengacu pada pemikiran Jenie S. Bev (yang ebooknya juga sudah saya baca). Sepuluh kepribadian yang kemudian dikembangkan lagi oleh sang pengarang. Sepuluh kepribadian itu adalah sebagai berikut
Pertama, keberanian berinisiatif.pentingnya kita mengembangkan kemampun mengemukakan ide ide yang kita punya. Kedua, tepat waktu. Semua orang memiliki waktu yang sama  yaitu 24 jam tapi memiliki hasil yag berbeda, maka pentingnya kita selalu tepat waktu akan tugas tugas kita, mana yang prioritas dan mana yang bukan. Ketiga, senang melayani dan memberi. Seorang pemimpin harus mampu berjiwa melayani, sehingga orang orang di sekitar kita akan lebih nyaman bergaul dengan kita. Keempat, membuka dri terlebih dulu. Pentingnya untuk membuka diri karena orang tidak akan mau berpartner dengan orang yang terlalu menutup diri dan bersikap penuh dengan curiga. Tentu saja disini ada batas batas tertentu mana yang perlu kita buka tentang diri kita dan mana yang tidak perlu. Kelima, senang bekerjasama dan membina hubungan baik.
Enam, senang mempelajari hal hal baru. Untuk berhasil dalam hidup kita harus siap belajar dan menerima hal hal baru   agar bisa mengikuti perkembangan. Jika tidak maka kita akan tertinggal. Ketujuh, jarang mengeluh. Hindari keluhan, dan lakukan setiap tugas. Kalaupun ada masalah dan kegagalan pada hari itu, maka tetap hanya ada good day dan great day, karena good day adalah saat hari itu kita belajar sesuatu yang baru dari kesalahan yang kita baik. Kedelapan, berani menanggung risiko. Bagaimana kita dapat berkembang jika kita takut akan risiko. Ini adalah salah satu cara untuk keluar dari zona nyaman, karena tidak pernah ada orang yang berhasil hanya karena dia tetap berada di zona nyaman. Kesembilan, berpikir positif setiap saat. Kian positif kita menyikapi hambatan maka semakin besar kesempatan kita menemukan jalan keluar untuk mengatasi hambatan tersebut. Sepuluh, comfort with their own skin. Orang yang berhasil akan nayaman dengan dirinya. Orang yang berhasil tidak akan pernah minder karena dirinya, karena dia mampu menerima diri apa adanya.
Menurut saya buku ini bagus dan layak untuk dibaca, dan menambah wawasan serta meningkatkan kemampuan mental kita agar menjadi lebih baik. Akhir kata , selamat membaca.


No comments:

Post a Comment