Labels

Sunday, August 20, 2023

Star Wars II: Attack of The Clones, progress dari sebelumnya

 

OK, sekarang kita ke episode 2 dari Starwars yang diproduksi tahun 2002 dengan judul Attack of The Clones dan masih disutradari oleh George Lucas. Film ini mengambil jeda 10 tahun setelah episode pertama dimana Anakin  (Hayden Christensen) sudah tumbuh menjadi remaja di bawah asuhan Master Obi Wan Kenobi (Ewan Mcgregor).

Film ini mengisahkan adanya gerakan separatis berbahaya yang dipimpin oleh Count Doku, seorang mantan master jedi. Padme Amidala (Natalie Portman) yang sudah menjadi seorang senator  lalu berada di Coruscant untuk membentuk pasukan dalam melawan ancaman tersebut. Amidala yang dalam bahaya pembunuhan kemudian berada dalam perlindungan Obi Wan dan Anakin. Dewan Jedi memutuskan untuk mengutus Obi Wan mencari para Bounty Hunter sementara Amidala dalam perlindungan Anakin menuju ke Naboo.

Di Naboo, keduanya jatuh cinta walau ada kode etik dalam Jedi untuk memiliki ikatan. Pencarian Obi Wan akhirnya membawanya ke planet misterius yang tidak terdeteksi secara resmi yaitu Kamino. Di sana, ia menemukan pasukan Klon yang diproduksi Republik atas nama Master Sifo Dyas yang sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Di Kamino dia juga menemukan pembunuh bayaran bernama Jango Fett yang berperan sebagai templat genetic dalam menciptakan pasukan klon. Dia kemudian mengikuti Jango dan anak tirinya hingga sampai di planet Geonosis.

Sementara itu Anakin yang merindukan ibunya akhirnya pergi ke planet Tatooine bersama Amidala. Di Tatooine, Watto mengungkapkan bahwa dia sudah menjual Shmi Skywalker ke seorang petani bernama Cliergg Lars yang kemudian menikahinya. Larss kemudian memberitahu bahwa Shmi diculik oleh Tusken Raiders. Anakin datang untuk membebaskan ibunya, namun ternyata setelah menemukan ibunya, ibunya akhirnya meninggal dalam pelukan Anakin.

Entah kenapa film ini aku merasakan chemistry antara Anakin dan Amidala masih kurang terjalin dengan baik. Feelnya belum dapat gitu. Acting dari Hayden masih kaku. Walau begitu masih ok sih untuk menggambarkan keduanya jatuh cinta. Di episode ini, Kita mulai melihat sisi gelap Anakin yang makin kuat. Kita bisa melihat dari rasa marahnya terhadap Obi Wan yang merasa iri kepadanya, membatasi dirinya dan lain sebagainya. Puncaknya adalah kemarahan yang tidak terkendali setelah kematian ibunya sehingga dia membantai seluruh suku Tusken Raiders tanpa kecuali. Dia tahu dia salah dan menjadi kejam setelah tragedy pembunuhan suku tersebut. Mengingat Anakin merupakan tokoh kunci dari Star Wars sebelum akhirnya berubah jadi Darth Vader, maka kita mulai bisa memahami bagaimana sisi gelap The Force mulai menguasai sosok Anakin.

Adegan kota futuristic, perang Bintang, perang di arena dengan hewan-hewan aneh dan masih tetap terjaga dan menurutku lebih memanjakan mata dibandingkan episode sebelumnya. Apalagi adegan Anakin dan Amidala saat memasuki geonosis dan ada di tempat semacam peleburan besi atau apalah itu, benar-benar CGI nya keren sih. Belum lagi perang di di semacam arena dimana Anakin, Amidala dan Obi wan ditumbalkan untuk dihancurkan oleh hewan-hewan aneh sangat sangat memanjakan mata sih. Seru saja. Atau adegan saat Anakin dan Obi wan mengejar mobil terbang pembunuh bayaran yang akan membunuh Amidala. Hmmm, andai ada kacamata tiga dimensi bakal keren tuh, mobil mobil berseliweran di udara, dengan kecepatan tinggi, bagian menikuk maupun Saat Anakin terjun bebas hanya untuk sampai di atas mobil pembunuh bayaran, itu benar-benar bikin shock. Pantas saja Obi Wan kaget karena Tindakan Anakin yang seperti mau bunuh diri sih, wkwkwkwkw.

Bagian akhir dari film ini adalah pertarungan antara Count Doku dan Master Yoda. Obi wan dan Anakin tidak mampu mengalahkan Count Doku yang merupakan mantan master Jedi. Pertarungan yang imbang dan memanjakan mata bagaimana pedang lightsaber berseliweran. Master Yodu kukira sudah tua dan tidak akan bertarung, ternyata dugaanku salah. Di sini master Yoda sangat aktif dan lincah sekali bertarung dengan Count Doku. Ku suka dengan sosok Count Doku ini karena aku melihat sisi licik yang ada dalam dirinya, sosok dengan penuh tipu muslihat. Sosok seperti ini biasanya sukar untuk dibunuh sih, hehehe.

Ok, film ini durasinya lebih lama dari film sebelumnya, sekitar 150 menit. Tapi dengan berbagai CGI yang memukau dan alur yang ok serta tidak bertele-tele, aku rasa kalian tidak akan menyesal untuk menonton lagi film ini kok. Akhir kata, selamat menonton (lagi).

No comments:

Post a Comment